WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang selatan, 29/07/2020) Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir kembali mengadakan agenda knowledge sharing pada Rabu, 29 juli 2020. Pada knowledge sharing kali ini diisi oleh dua pembicara dari Instalasi Elemen Bakar Eksperimental, yang pertama Ade Saputra yang merupakan pegawai muda dari Bidang Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir dengan tema presentasi "Pengelolaan Efluen Proses" sedangkan pembicara kedua adalah supervisor muda kendali kualitas, Deni Mustika dengan tema presentasi “Updating Uji Kendali Kualitas di IEBE”.

Pada presentasi pertama Ade memaparkan mengenai instalasi Pilot Conversion Plant (PCP) yang memiliki fungsi utama konversi uranium dalam bentuk yellow cake menjadi UO2 nuclear grade dengan kapasitas produksi 100 kg UO2 per hari. Konversi dimulai dengan pelarutan yellow cake dengan asam nitrat sehingga terbentuk Uranil Nitrat (UN),  UN lalu dimurnikan dari impuritas melalui proses ekstraksi dan re-ekstraksi sehingga diperoleh UN nuclear grade, dilanjutkan dengan proses pemekatan, pengendapan, pengeringan serta kalsinasi dan reduksi. Dengan kapasitas yang besar ini dihasilkan pula limbah cair (efluen) baik yang bersifat asam maupun basa dalam jumlah yang sangat banyak. Dalam 1 batch proses di PCP menghasilkan efluen asam 918L dan efluen basa 970,93L, jumlah yang besar untuk ukuran limbah dengan uranium yang masih terkandung, sehingga diperlukan terobosan untuk memungut kembali uranium dalam efluen limbah tersebut karena uraniumnya masih ekonomis untuk diambil. Langkah yang diambil untuk memperoleh kembali uranium ini dengan mendayagunakan unit evaporator di seksi 300 (seksi pelarutan UN), sehingga diperoleh kondensat dengan kadar uranium sangat rendah bahkan tidak terdeteksi kadar uraniumnya serta dihasilkan konsentrat uranium yang dapat digunakan kembali dalam proses konversi di PCP.

Pada presentasi kedua, Deni memaparkan mengenai fasilitas uji di Kendali Kualitas (KK) untuk mendukung proses konversi baik di instalasi PCP yang menghasilkan UO2 nuclear grade maupun instalasi FFL yang menghasilkan bundle bahan bakar. Uji yang dilakukan di kendali kualitas antara lain pengujian kadar uranium dengan potensiometer metoda davies gray,  pengujian kandungan pengotor dalam UN/ammonium diuranat /UO2 dengan AAS, pengujian pelet, analisis luas muka dengan BET, ukuran grain, uji kekerasan, uji korosi dengan auto clave, uji electro spining, serta sample size analyzer. KK sangat penting untuk menjaga jaminan mutu semua proses dan produk memenuhi spesifikasi yang diinginkan. 

Sharing knowledge ditutup dengan tanggapan dari Kepala Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M, bahwa data riset mengenai keberterimaan spesifikasi untuk bahan bakar HWR terutama data pra iradiasi dan data kendali kualitas sebelum jadi prototype menjadi target kita. Diharapkan kita mendapat data riset yang advance. Beliau juga mengingatkan bahwa pandemi belum usai, muncul cluster baru di perkantoran sehingga kegiatan knowledge sharing seperti ini terasa sangat bermanfaat agar tetap produktif dan mencegah penularan covid melalui cluster perkantoran. (Mukminati)