WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

 

(Tangerang Selatan, 06/08/2020) Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM Nuklir, Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) kembali mengadakan kegiatan knowledge sharing secara daring untuk pegawai di lingkungan unit kerjanya. Knowledge sharing kali ini diadakan pada tanggal 3 Agustus 2020 dengan menghadirkan dua narasumber yang memaparkan materi dari Bidang Keselamatan Keselamatan dan Akuntansi Bahan Nuklir (BKKABN). Narasumber pertama yaitu Ir. Nur Tri Harjanto, Pengawas Radiasi Madya, menyampaikan materi bertema “Program Keselamatan dan Proteksi Radiasi Instalasi di PTBBN”. Narasumber kedua yaitu Sunardi, A.Md, Pranata Nuklir Penyelia, menyampaikan materi bertema “Pengelolaan Limbah Cair/Effluen di IRM dan IEBE”.

Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M selaku Kepala PTBBN memberikan arahan dan sekaligus membuka acara knowledge sharing. Dalam arahannya, Agus menyampaikan bahwa program keselamatan dan proteksi radiasi merupakan salah satu syarat dalam perpanjangan izin operasi dan tanggal 4 s.d 7 Agustus 2020 BAPETEN akan melakukan inspeksi keselamatan. Beliau juga berharap pengelolaan limbah bukan hanya kegiatan rutin tetapi juga melakukan inovasi-inovasi lainnya, bisa bekerjasama dengan PTLR atau melakukan inovasi yang berhubungan dengan IT.

Program Keselamatan dan Proteksi Radiasi yang disampaikan oleh Nur Tri Harjanto merupakan program yang dibuat berdasarkan sifat dan resiko untuk setiap kegiatan pemanfaatan nuklir dimana program ini harus ada disetiap instalasi nuklir dan program ini akan ditinjau ulang oleh BAPETEN. Sebagai pengantar, keselamatan radiasi adalah tindakan untuk melindungi pekerja, anggota masyarakat, dan lingkungan hidup dari bahaya radiasi. Pemegang Izin (PI) dan personel yang terkait dengan kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir (pekerja radiasi) bertanggung jawab terhadap keselamatan radiasi.

Dalam presentasinya, Sunardi menyampaikan bahwa limbah cair di IRM dan IEBE dibagi menjadi limbah radioaktif cair, limbah cair bahan nuklir, dan limbah B3. Sebagai penghasil limbah, PTBBN wajib melakukan pengumpulan, pengelompokkan, pengelolaan, penyimpanan, perekaman, dan pelaporan. Pengumpulan limbah cair/effluent dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan gravitasi dimana limbah cair akan mengalir menuju ke tangki limbah yang berada di basement. Kegiatan pemantauan limbah cair di tangki limbah dilakukan setiap 2 minggu sekali. Tangki limbah yang sudah penuh akan diambil sampelnya untuk diuji sebelum dikirim ke PTLR/PPIKSN. Dari hasil uji, limbah cair yang kandungan U < WAC maka limbah dapat dikirim ke PBT (PPIKSN), sedangkan limbah cair yang mengandung bahan nuklir dikirim ke PTLR. Berdasarkan WAC PTLR, limbah cair yang mengandung bahan nuklir pengirimannya menggunakan jerigen HDPE. Penggunaan HDPE ini akan menjadi kendala jika limbah cair yang mengandung bahan nuklir volumenya besar. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan limbah cair bahan nuklir sehingga distilat yang sudah tidak mengandung bahan nuklir dapat dikirim ke PBT-PPIKSN. (kesi)