WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 24/08/2020) Kegiatan nuclear forensics PTBBN erat kaitannya dengan bahan nuklir dan zat radioaktif dalam daur bahan bakar nuklir. Agar PTBBN menjadi center of excelent dalam nuclear forensics, diperlukan identifikasi dan penyusunan basis data finger print dengan lingkup internal, institusi maupun nasional. Oleh karena itu, diperlukan sinergi secara teknis antar Unit kerja di BATAN, sesuai dengan kapabilitas masing-masing. Salah satu sinergi yang dilakukan PTBBN yaitu mengadakan knowledge sharing of nuclear forensics secara daring bersama dengan PTBGN membahas teknologi dan alur proses konversi mineral radioaktif menjadi yellow cake.

Pada kesempatan kali ini, Dr. Jan Setiawan, S.Si, M.Si memaparkan rencana kegiatan nuclear forensics PTBBN tahun 2020-2024. Kegiatan difokuskan pada identifikasi atau karakterisitik uranium core concentrate atau yellow cake sehingga akan mendapatkan data yang akan digunakan untuk data mining dan menghasilkan finger print yellow cake. Pada akhir tahun rencana, data yang telah didapatkan akan digitalisasi pada sebuah Web-based platform.

Finger print data mining yellow cake  juga bisa didapatkan dari informasi penambangan dan pengolahan. Informasi tersebut dijelaskan pada materi kedua oleh Kurnia Setiawan Widana, M.T sebagai Kepala Bidang Teknologi Penambangan dan Pengolahan – PTBGN. Beliau menyampaikan bahwa penambangan dan pengolahan uranium telah dilakukan PTBGN di Kalan pada tahun 1981 – 1991. Proses pengolahan bijih uranium Kalan hingga tahun 1991 sudah sampai skala pilot plant dengan kapasitas 2 ton bijih per hari. Saat ini, PTBGN melakukan pengolahan bahan galian nuklir lain berupa tin slag, monasit, dan bijih mamuju.

Maraknya kasus penyelundupan mineral radioaktif, diharapkan menjadi pencetus kolaborasi PTBBN dan PTBGN dalam kegiatan nuclear forensics untuk melakukan penyusunan basis data mineral radioaktif yang dimiliki Indonesia. Pada saat penutupan acara, Kepala PTBBN – Ir. Agus Sumaryanto, M.SM. berharap knowledge sharing ini bukan akhir dari  merupakan awal yang akan menginisiasi kegiatan lainnya antara PTBBN dan PTBGN. (PDW)