WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 28/08/2020) Sebagai lanjutan sharing knowledge yang telah dilakukan tanggal 13 Agustus 2020 mengenai UPV Test dan Hammer Test dalam manajemen penuaan, dilakukan pemaparan lanjutan pada hari jumat, 28 agustus 2020 oleh ketua Tim Manajemen Penuaan PTBBN, Dr. Dede Sutarya. Dalam presentasi, Dede membawakan judul mengenai “Prediksi Umur Layanan Struktur Beton IEBE”. Acara yang juga dihadiri oleh praktisi aging management seperti Ir. Pramudiyanto dari UNY, Ir. Utomo, Ir. Hasriyasti Saptowati, Tri Wahyono dari PRFN-BATAN, Ir. Sigit Budi Santoso, Dr. Sugiharto, Drs. Sutrasno MT, Kevin Bagus, A.Md dari PAIR-BATAN, Dr. M. Subekti, Farisy Yogatama ST dari PTKRN-BATAN dan Ary Marwoto dari Biro Umum-BATAN dibuka oleh kepala PTBBN Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M. Dalam sambutan, Ir. Agus menyatakan bahwa masalah manajemen penuaan belum mendapatkan perhatian. “Saat Rakor TEN (kedeputian Teknologi Energi Nuklir -pen) sudah saya smapaikan tentang aging, namun kurang mendapatkan perhatian. Karena fokus saat ini pada PRN (Program Riset Nasional -pen)”, tegas Ir. Agus. Beliau menambahkan “kita harus mengusulkan proposal untuk mendapatkan anggaran diluar DIPA”.

Sharing knowledge yang dimoderatori oleh Ir. Masrukan dimulai pukul 13.45 WIB dengan pemaparan Dede selama 1 jam mengenai masalah manajemen penuaan di PTBBN dan kaitannnya dengan struktur beton di IEBE (Instalasi Elemen Bakar Eksperimental). Sesi tanya jawab yang dilanjutkan setelah presentasi, mengundang atensi yang begitu besar dari peserta sharing knowledge. Bahkan Kepala PTBBN menjadi salah satu penanya mengenai kaitan struktur tanah dan geologi terhadap bagian yang akan diuji dalam manajemen penuaan. Diskusi berlangsung hingga pukul 15.30 WIB menjadikan sarana bertukar ilmu bukan hanya dilingkungan PTBBN, bahkan BATAN. Peserta dengar dari praktisi di luar PTBBN yang hadir juga memberikan arahan dan pengalaman mengenai manajemen penuaan. Kedepannya, Kepala PTBBN mengharapkan dibuat Tim yang dapat membuat proposal yang komprehensif untuk pendanaan dalam aspek manajemen penuaan. Agus menyatakan, “Pak Dede mentriger (memotivasi -pen) kita semua. Kita bisa membuat proposal dengan keluaran aplikasi yang bisa direplikasi dan digunakan dimana-mana. Untuk kaitannya dengan PRN maka dikaitkan dengan PLTN. Pertengahan September diharapkan bisa membuat proposal dengan periode 2-3 tahun”. (AST)