WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 6/10/2016) Adanya  potensi bahaya radiasi  yang ditimbulikan dari operasi Instalasi Nuklir di IEBE dan IRM baik dari   paparan radiasi maupun kontaminasi radiasi interna,   akan memberikan resiko   bagi pekerja radiasi maupun tamu yang akan bekerja atau mengunjungi intsalasi di PTBBN.   Sistem proteksi radiasi yang telah ditetapkan di PTBBN untuk memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan bagi pekerja radiasi maupun tamu   harus ditingkatkan   terus menerus agar mampu mengatasi semua resiko terhadap bahaya paparan radiasi dan kontaminasi radiasi baik interna maupun eksterna.  Paparan radiasi interna dinilai lebih beresiko tinggi bagi kesehatan pekerja radiasi karena masuknya radiasi ini ke dalam tubuh sering  tidak  disadari dan   penanganananya tidak mudah.

(Tangerang Selatan,29/09/2016) Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar Focus  Group Discussion (FGD) Nuclear Forensics  pada hari Kamis tanggal 29 September 2016. Sebanyak 35 peserta terdiri dari Tim Nuclear Forensics  PTBBN, para Pejabat eselon III , para Undangan, dan utusan dari Bidang-bidang . Kegiatan ini dilaksanakan di gedung 20 Instalasi Radiometalurgi (IRM)  tujuan FGD ini adalah sharing pengalaman kegiatan nuklir forensik di PTBBN dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang nuklir forensik. Para Peserta mendapatkan materi “Kemajuan Forensik Nuklir di Indonesia dan peran Laboratorium Forensik POLRI Dalam Menegakkan Humun Pidana dan Forensic accident Investigation” dan “Sistem keamanan Laut di Indoensia”. Di PTBBN kegiatan dengan lingkup kegiatan mengumpulkan data base finger print bahan nuklir. Data base ini nantinya bisa dipakai untuk mengembangkan perpustakaan nuklir forensik nasional sebagai instrument untuk meningkatkan keamanan nuklir di Indonesia.

(Serpong, 28/09/2016). Jabatan fungsional non peneliti seperti pranata nuklir dan jabatan fungsional  lainnya merupakan jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN), dimana menurut UU No.5 Tahun 2014 tentang ASN bahwa ASN adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah. Pengertian profesi sendiri adalah bidang pekerjaan yang dilandasi dengan kompetensi tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut maka jabatan fungsional pranata nuklir dan jabatan fungsional lainnya (non peneliti) merupakan profesi yang harus memiliki kompetensi.

(Serpong, 22/09/2016). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Peneliti telah mengembangkan inovasi baru dalam sistem penilaian angka kredit bagi PNS pejabat fungsional peneliti yaitu dengan sistem e­-peneliti dimana para pejabat fungsional peneliti diharuskan mengajukan Usulan Penilaian Angka Kredit (UPAK) secara ­online ke alamat situs yang telah ditentukan oleh LIPI.

(Serpong, 9/9/2016) Penguasaan Teknologi Bahan Bakar RDE dan Daur Bahan Bakar  sangat penting untuk penyiapan Pembangunan Reaktor Daya Eksperimental di Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi Sumber Daya manusia di bidang Bahan Bakar Nuklir mutlak diperlukan, melalui “Workshop on Fuel and Fuel Cycles Technologies” dengan narasumber Dr. Karl Clemens Verfondern selaku expert IAEA. Kegiatan ini merupakan bagian dari Technical Cooperation berjudul “Supporting the Preparation and Implementation of the Experimental of the Experimental Power Reactor Programme for Demonstrating Electricity Production and Co-Generation” yang bekerja sama dengan IAEA.