WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 11/03/2020) Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) menerima kunjungan dari   mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta jurusan elektro sebanyak 30 orang. Kunjungan di Kawasan Nuklir Serpong (KNS) mahasiswa mengunjungi salah satu fasilitas PTBBN yaitu Instalasi Radiometalurgi (IRM) di gedung 20. Para mahasiswa didampingi oleh 1 dosen pembimbing dan pendamping dari  Pegawai Pusat Desiminasi dan Kemitraan (PDK) serta Pusat Pendayagunaan Informatikan dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN). Kunjungan diterima oleh Juan Carlos Sihotang dan Ely Nurlaily selaku Petugas Layanan Informasi.  Pengunjung sebelum memasuki laboratorium harus mengenakan jas laboratorium dan sepatu lab yang telah disediakan oleh petugas Bidang Keselamatan Kerja dan Akuntansi Bahan Nuklir serta diberikan satu alat dosis radiasi kepada salah seorang pengungjung. Kegunaan alat tersebut untuk mengetahui apakah pengunjung dalam melakukan kunjungan di laboratorium terkontaminasi atau tidak.

(Tangerang Selatan, 09/03/2020). Latar Belakang diadakannya pelatihan Operator dan Supervisor Instalasi Elemen Bakar Eksperimental  (IEBE) adalah Karena keselamatan yang menjadi pertimbangan dan prioritas utama dalam pelaksanaan segenap aktivitas pengoperasian instalasi nuklir dalam rangka melindungi pekerja, masyarakat dan lingkungan dari bahaya radiasi. “Safety shall be paramount within the management system, overriding all other demands” (persyaratan 2.2, GS-R-3, The management system for facilities and activities, IAEA Safety Standards). Dibandingkan dengan instalasi reaktor nuklir, instalasi produksi bahan bakar nuklir seperti halnya Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE) memiliki karakteristik yang berbeda, antara lain: (a) dekatnya hubungan antara alat, manusia dan bahan yang ditangani, (b) beragamnya peralatan dan bahan yang digunakan, (c) adanya bahaya radiologi yang besar apabila terjadi peristiwa kekritisan, (d) tersebarnya keberadaan bahan berbahaya termasuk bahan nuklir di dalam instalasi, serta (e) adanya risiko terhadap keamanan bahan nuklir. Mengingat data statistik yang menunjukkan bahwa faktor manusia (kesalahan manusia atau human error) menempati peringkat tertinggi sebagai penyebab kecelakaan, maka pengembangan atau peningkatan pengetahuan dan keterampilan personil pengoperasi secara berkelanjutan melalui program pelatihan yang intensif merupakan kunci penting untuk menjamin keselamatan dan keamanan pengoperasian suatu instalasi nuklir.

(Tangerang Selatan, 02/03/2020) Sebanyak 22 orang mahasiswa Universitas Pelita Harapan melakukan kunjungan dalam rangka pendalaman studi tentang fisika di Kawasan Nuklir Serpong (KNS), salah satu fasilitas yang dikunjungi adalah Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) yang terletak di gedung 65 Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE).

(Tangerang Selatan, 25/02/2020) Penggunaan bahan nuklir secara tepat akan sangat bermanfaat bagi kehidupan, tentunya hal tersebut perlu diawali dengan penelitian dan pengembangan secara berkelanjutan sehingga menghasilkan produk yang dapat digunakan oleh masyarakat.  Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi bahan nuklir selalu mengutamakan jaminan mutu yang tinggi.

(Tangerang Selatan, 21/02/2020) Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) mengadakan Workshop P3K dan Rescue. Satuan Tugas Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Satgas K3) PTBBN mengadakan kegiatan workshop selama dua hari yang dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu tanggal 18 dan 19 Februari 2020 yang bertempat di Ruang Rapat Uranium Gedung 20 PTBBN. Acara ini dihadiri oleh Tim Medis dan Tim Rescue PTBBN dan PTLR. Jumlah peserta yang mengikuti workshop ini yaitu 50 orang. Pengajar untuk workshop P3K ini yaitu dokter dan paramedis klinik PPIKSN sedangkan rescue berasal dari Tim rescue PPIKSN.