Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide WBS
Slide LRA

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif PTLR Langsung "panas" di Awal Tahun 2020

Layanan pengelolaan limbah radioaktif PTLR langsung "panas" di awal tahun 2020, tidak perlu menunggu waktu hingga tengah tahun. .....

Selengkapnya...

 

 

(TangSel, 27/11/2019)“International Transport Security Symposium (ITTS).”  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menugaskan Sdr. Moch. Romli, M.K.K.K  (Kepala Subbidang Keselamatan Kerja dan Proteksi Radiasi) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN dan Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka BATAN (Bisma Baron Patrianesha) .untuk menghadiri International Transport Security Symposium (ITTS) di Tokyo, Jepang, pada tanggal 12-14 November 2019, Indonesia mengikrimkan 2 wakilnya dalam pertemuan tersebut dan jumlah peserta ± 76 orang. Pertemuan ini diselenggarakan atas kerja sama kementrian Luar Negri Jepang dan Japan Atomic Energy Agency (JAEA)  serta didukung oleh United States Department Of Energy (US DOE). 

Forum internasional yang bertujuan untuk mendiskusikan dan saling bertukar pikiran serta pengalaman terkait dengan  isu keselamatan transportasi bahan nuklir dan radioaktif. Dengan diadakannya symposium ini diharapkan dapat membangun komunitas internasional dalam mencari solusi terkait penguatan kerjasama dan mitigasi risiko keamanan dalam pengangkutan bahan nuklir dan radioaktif. Kegiatan symposium ini dilakukan melalui pemamparan dan diskusi panel dengan narasumber dari IAEA, JAEA, Badan Internasional yang terkait dengan pengangkutan. Narasumber dari beberapa negara yang mewakili pemangku kepentingan dari badan pengawas dan operator/ perusahaan pengangkutan bahan nuklir dan radioaktif.  

Kegiatan symposium ini direncanakan akan dilakukan setiap tahun sebagai forum komunikasi internasional untuk membahas isu-isu terkini terkait keamanan bahan nuklir dan radioaktif dari seluruh dunia. Symposium ini merupakan cara untuk meningkatkan, kontribusi negara-negara di seluruh dunia dalam bidang keamanan nuklir, khususnya terkait dengan pengangkutan bahan nuklir dan radioaktif. Selain melalui symposium ini, diharapkan negara-negara dari seluruh dunia juga meningkatkan kontribusinya dalam bidang keamanan nuklir melalui aktivitas IAEA Information Circular/Infcirc 909.  

Banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang didapatkan dari symposium ini. Di antaranya terkait dengan ancaman-ancaman keamanan dalam pengangkutan bahan nuklir dan radioaktif. Di samping itu, didapatkan pula pengetahuan terkait teknologi yang dapat digunakan dalam deteksi ancaman pada pengangkutan bahan nuklir dan radioaktif. Keikutsertaan Indonesia dalam forum ini bermanfaat untuk membangun jejaring internasional, khususnya dalam keamanan transportasi bahan nuklir dan radioaktif. (rk/mr)

 

 

LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Layanan Limbah Radioaktif



Pengaduan Masyarakat



Portal Sistem Informasi



Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.