Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide LRA

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif PTLR Langsung "panas" di Awal Tahun 2020

Layanan pengelolaan limbah radioaktif PTLR langsung "panas" di awal tahun 2020, tidak perlu menunggu waktu hingga tengah tahun. .....

Selengkapnya...

(Tangsel 21/02/2020) Dalam rangka meningkatkan kompetensi pegawai BATAN untuk hal penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang sering dijumpai pada kegiatan sehari-hari terutama  dilingkungan tempat kerja maupun di luar lingkungan tempat kerja. Untuk hal ini Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN berkolaborasi bersama Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) BATAN menyelenggarakan “Workshop P3K dan Rescue” pada tanggal 18-19 Februari 2020 bertempat di Gd. 20 Lt.2 (PTBBN) BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong, TangSel, Banten.  Jumlah peserta yang hadir ada 42 orang terdiri dari : 20 peserta dari PTLR, 20 peserta dari PTBBN dan 2 peserta dari INUKI BATAN.  

 Tujuan dari pelatihan adalah : memberikan pemahaman kepada peserta dalam menangani pertolongan pertama kecelakaan(P3K)  kepada korban sebelum dibawa ke Rumah Sakit/Klinik dan ditangani oleh Tim Medis.

 Materi yang diberikan antara lain :

  1. Bantuan hidup Dasar dan RJP (Resusitasi Jantung dan Paru), oleh dr. Leonardo Oloan, A.S. dari PPIKSN BATAN
  2. Cedera Tulang dan Otot (Muskuloskeletal) oleh dr. Jinan Fairus A.R. dari PPIKSN BATAN
  3. Luka Pendarahan 0leh dr. Hapsari Nur P. dari PPIKSN BATAN
  4. Heat Hazard (Bahaya Potensial Kesehatan) oleh Suwarda dari PPIKSN BATAN
  5. Potensi MCU PTBBN dan PTLR 2019. Oleh dr. Artati Murwaningrum dari PPIKSN BATAN.
  6. SAR ( Search And Rescue) oleh Marsad dari PPIKSN BATAN.
  7. Praktek

             Acara workshop ini dibuka oleh Kepala Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) BATAN (Agus Sumaryanto, M.SM.)  dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa wokshop ini merupakan kolaborasi antara PTBBN dan PTLR dalam bulanan K3 BATAN mengambil tema “ Peningkatan Kinerja K3 BATAN Berbasis Teknologi Informasi” dan kegiatan ini telah dilakukan beberapa minggu yang lalu di setiap satker BATAN. Dalam kegiatan bulanan K3 ini diadakan bebagai macam kegiatan antara lain : kegiatan lomba video keselamatan, Lomba 5R, lomba fotografi, Pemilihan Karyawan Teladan dan PTBBN mengundang BPJS dari Tangsel dalam rangka penyuluhan tentang penggunaan BPJS untuk peserta.  “Pentingnya workshop ini diadakan untuk meningkatkan kompetensi bagi pegawai BATAN khususnya dalam penanganan pertolongan pertama pada kecelaan (P3K) yang terjadi disekitar lingkungan kerja”. Kata Agus Sumaryanto, M.SM. 

             Materi Pertama tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) tujuannya adalah mengerti dan bisa menerapkan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) bantuan hidup dasar pada saat diperlukan. Cara penanganannya adalah : ingat DRSCAB, D adalah Denger : Bila ada korban yang pingsan pastikan bahwa lingkungan untuk penanganan si korban disekiarnya dalam keadaan aman. R adalah : Respons : panggil si korban dan goyang-goyangkan bahunya, kemudian periksa nafasnya dan nadinya secara bersamaan 5-10 detik. S adalah Shout for Help : minta pertolongan atau bantuan kepada orang lain untuk menghubungi Klinik/Rumah Sakit yang terdekat untuk datang ke tempat kejadian.  C adalah Compression : korban dibawa ke tempat yang aman, datar dan keras, kemudian dilakukan tindakan untuk menangani korban dengan cara kompresi dada sebanyak 30 kali dan diberi nafas buatan 2 kali (30:2) selama 100-120 menit tanpa jeda dengan kedalaman 5-6 cm (1/3 AP) dengan siku tangan terkunci dan tegak lurus  dan posisi kaki rapat dengan sikorban agar kita dapat memberikan kompresi dengan maksimal. A adalah Airway : buka jalan napas, B adalah Breathing : pemberian nafas batuan (oksigen) dalam waktu 1 detik/kali, memberikan napas buatan sebanyak 2 kali dan penekanan 30 kali (kompersi), RJP dapat dilakukan 2 penolong secara bergantian, setelah sikorban sadar kemudian badannya dimiringkan dengan kaki menyilang dan tangan dibawah kepala agar badan terasa rilek, kemudian dibawa ke rumah sakit/klinik untuk dilakukan tindakan oleh tim medis.    

Untuk Luka Pendarahan lakukan tindakan 3T : T pertama : tutup luka terlebih dahulu agar terhindari dari infeksi, T kedua adalah  Tekan,  Luka tersebut  ditekan agar darahnya berhenti sedangkan T ketiga adalah: tinggikan, tinggikan luka tersebut lebih tinggi dari jantung tujuannya agar mengurangi aliran darah ke area yang luka (luka terjadi pada tangan).  Apabila luka baik besar maupun kecil lakukan tindakan untuk menghentikan pendarahan pada luka dengan benar kemudian dibawa ke klinik untuk tindakan lebih lanjut bila lukanya besar/lebar.  Untuk Cidera tulang dan Otot :  Patah pada pergelangan tangan cara menanganinya adalah :Tangan diberikan bidai/penyanggah sebanyak 2 buah kiri dan kanan agar posisi tulang pergelangan tangan tidak tergeser dan diperban jangan terlalu kencang agar peredaran darah tetap lancar, kemudian ambil kain mitela buat segitiga sebagai pengikatnya. Sedangkan bahaya potensial kesehatan adalah : kelompok fisika, kimia, ergonomi, Pisikologis, mekanikal dan biologi. Pengenalan bahaya potensial yang ada merupakan hal penting dan harus dibuat langkah menghindarinya, gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja ditempat kerja. Mengenai Potensi Kegawatdaruratan Medik di PTBBN dan PTLR berdasarkan hasi MCU tahun 2019 hal yang harus diperhatikan adalah : Penyakit Hipertensi di PTLR : ada 29 orang dari 116 orang pegawai (25 %) sedangkan PTBBN : Penyakit Hipertensi ada 70 orang dari 191 orang pegawai (36,6 %) , penyakit Gangguan gula PTLR : 63, 2 %, Pringkat ke 3 dikawasan Serpong. Jadi untuk pegawai PTLR harus menjadi perhatian jangan mengkonsumsi gula terlalu banyak sebaiknya dihindari pemakaian gula agar tidak terkena penyakit diabetes. untuk hasil Rontgen kecurigaan penyakit TBC, PTBBN ada 1 orang  sedangkan PTLR tidak ada, penyakit TBC termasukdalam 10 penyebab kematian yang tertinggi di India dan Cina sedangkan Indonesia yang ke 3 untuk penyakit TBC dan setiap hari ada 300 orang yang meninggal akibat penyakit TBC.  Bagi Pegawai PTLR dan PTBBN harus tetap  mengikuti pemeriksaan  MCU tiap tahun, terapkan pola hidup sehat dan terapkan untuk mencuci tangan (6 langkah) dan terapkan etika batuk (bila batuk harus menutup dengan tangan). SAR (Search And Rescue) kegiatan ini untuk mencari, menolong/menyelamatkan korban yang hilang atau mengalami bahaya seperti pelayaran, penerbangan dan bencana.  

Hari ke 2 dilanjutkan dengan praktek dan acara workshop ditutup oleh Kepala Bidang Keselamatan dari PTBBN (Agus Sunarto, S.Kom) selain mendapat wawasan baru mengenai P3K dan Rescue, peserta workshop ini sangat antusias sekali dalam mengikuti pelajaran, diskusi dan prakteknya dan semoga ilmu yang didapat dari workshop ini dapat dimanfaatkan untuk menolong orang bila terjadi kecelakaan atau pingsan dilingkungan kerja dan diluar lingkungan kerja”, kata beliau.  (rk)

Foto Praktek Workshop P3K Dan Rescue :

     

LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Layanan Limbah Radioaktif



Pengaduan Masyarakat



Portal Sistem Informasi



Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.