Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide LRA

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif PTLR Langsung "panas" di Awal Tahun 2020

Layanan pengelolaan limbah radioaktif PTLR langsung "panas" di awal tahun 2020, tidak perlu menunggu waktu hingga tengah tahun. .....

Selengkapnya...

TangSel, 04/03/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan pembekalan petugas layanan informasi (PLI) BATAN, yang merupakan agenda rutin dari Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) BATAN setiap tahunnya. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 27-28 Februari 2020 bertempat di Gd. 71 Kawasan Puspiptek Serpong. Acara dihadiri PLI BATAN sebanyak 84 orang dari BATAN Pusat Jakarta,  BATAN Serpong, BATAN Pasar Jum’at Jakarta, BATAN Bandung, dan BATAN Yogyakarta.

PLI mempunyai tugas mengkoordinasikan pelaksanaan dan pelaporan kegiatan kunjungan, melaksanakan koordinasi internal BATAN dalam pelaksanaan kunjungan ke fasilitas BATAN dan memberikan informasi yang dibutuhkan serta bertanggungjawab dalam kelancaran kunjungan. Dalam pelaksanaan tugas tersebut seorang PLI harus memiliki informasi yang cukup dan benar serta kemampuan berbicara di depan publik.

Tamu yang berkunjung ke fasilitas BATAN didominasi tamu dari universitas dan diikuti oleh sekolah dan organisasi eksternal BATAN. Pada Tahun 2018 peserta yang berkunjung ke BATAN tercatat 11.630 orang, jumlah ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya dikarenakan ruang pamer PDK BATAN sedang direnovasi, "Tahun 2019 pengunjung berjumlah 13.002 orang, meningkat kembali” kata Kepala PDK, Eko Madi Parmanto saat memberikan laporan kegaitan PLI.

Lebih lanjut Kepala PDK menjelaskan bahwa selama tahun 2019, PLI menghadapi kendala terkait kunjungan antara lain permintaan kunjungan yang mendadak yang tidak sesuai dengan prosedur kunjungan, keterbatasan pengetahuan atau informasi PLI terkait dengan  program atau produk yang dihasilkan BATAN dan pengunjung datang tidak sesuai dengan jadwal kunjungan.

Dalam acara ini juga disampaikan kiat-kiat sebagai seorang PLI, antara lain harus tahu siapa audiens yang dihadapi, mampu menjawab pertanyaan dengan singkat, jelas dan tidak bertele-tele, memahami isu-isu terkini dan menjawab berdasarkan data atau informasi.

Acara dibuka oleh Kepala BATAN (Anhar Riza Antariksawan) yang memberikan arahan kepada PLI BATAN agar melaksanakan tugas sesuai dengan tugas dan fungsinya yaitu menyampaikan informasi yang akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat. Dalam memberikan informasi ke publik, PLI juga bekerjasama dengan Petugas Pelayanan Informasi (PPI). Kolaborasi keduanya mempunyai andil dalam perolehan predikat BATAN sebagai lembaga yang “Informatif”, prestasi ini untuk ke depannya harus dipertahankan.

Peserta juga menerima materi dari para Deputi BATAN. Pada kesempatan pertama Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN), Suryantoro menyampaikan materi dengan tema “Pemanfaatan Iptek Nuklir di Bidang Energi”.  Beliau memaparkan bahwa potensi energi nasional seperti minyak, gas bumi dan batubara perlu didiversifikasi karena energi fosil tersebut terbatas dan akan habis. Kondisi penyediaan energi fosil yang semakin menurun, memberi peluang masuknya energi baru dan terbarukan termasuk nuklir sebagai cadangan energi masa depan.  Keuntungan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) bagi lingkungan antara lain tidak melepaskan emisi gas rumah kaca sebagai penyebab dari pemanasan global, memenuhi peraturan tentang udara yang bersih dan tidak melepas limbah ke laut, serta memenuhi peraturan tentang air bersih. Pada kesempatan itu Deputi TEN juga menyampaikan bahwa ESDM sedang menyusun Roadmap (Peta jalan) persiapan pembangunan PLTN.

Paparan selanjutnya diisampaikan Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN) Efrizon Umar mengambil tema Inovasi IPTEK Nuklir Untuk Kesejahteraan Indonesia. Disampaikan Deputi SATN bahwa pelayanan informasi harus dilakukan secara profesional, akurat dan lugas dalam hal penyampaiannya. BATAN menghadapi tantangan yang berat saat ini sehingga perlu dikembangkan cara-cara baru dalam membuat tayangan informasi. Program BATAN harus tetap dijalankan, Program hilirisasi produk harus ditingkatkan, litbang dilaksanakan berdasarkan kebutuhan stakeholders, kolaborasi harus ditingkatkan dan potensi pengunjung yang dating harus dimanfaatkan, perlu evaluasi SOP dan peraturan-peraturan yang lain sudah kadaluarsa. Selain itu, BATAN incorporated perlu benar-benar diaplikasikan, program komunikasi, diseminasi dan hilirisasi perlu disempurnakan dengan menerapkan sistem informasi terkini.

Deputi SATN juga menyampaikan pengembangan hasil litbang BATAN dalam bidang pertanian, kesehatan dan peternakan. Dalam pertanian BATAN banyak menghasilkan benih unggul yang memiliki sifat daya hasil yang tinggi,  tahan terhadap wereng/ penyakit tanaman, umur tanam pendek dan menghasilkan rasa nasi lebih enak/ pulen serta hasil panen meningkat. Untuk mendapatkan varietas unggul baru, teknik yang digunakan adalah pemuliaan tanaman dengan mutasi radiasi. BATAN juga memiliki bank jaringan yaitu tempat berlangsungnya kegiatan pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, pendistribusian jaringan biologi guna keperluan medis, bertempat di  PAIR Pasar Jum’at, Jakarta. Bank jaringan BATAN adalah bank jaringan yang pertama di indonesia dengan menggunakan teknologi radiasi untuk sterilisasi yang mempunyai keuntungan proses sterilisasi dengan penetrasi dingin yang dapat mengeliminasi mikroba dan virus. 

Paparan selanjutnya adalah dari Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir (Hendig Winarno) dengan tema Pendayagunaan Teknologi Nuklir untuk Masyarakat dalam Produk Teknologi Nuklir BATAN antara lain dalam bidang pangan, bidang pertanian (varietas padi, kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, pisang, gandum/ sorgum ), pakan ternak, kesehatan, jasa iradiasi, produk industri dan lingkungan, laboraturium iptek nuklir, perekayasaan, energi dan lain-lain. Sedangkan di bidang kesehatan, radioisotop digunakan oleh rumah sakit  yaitu : SM-153 (Samarium)-EDTMP yang digunakan untuk terapi penderita kanker termasuk kanker tulang, dapat menahan rasa nyeri sebagai pengganti morfin selama 1 bulan, khasiat ini jauh lebih unggul dibandingkan dengan morfin yang hanya efektif beberapa saat.

Pada hari kedua kegiatan PLI dari narasumber yang disampaikan oleh Asmulyati Azhar, Ketua Program Studi Diploma III Sekretaris ASMI, Jakarta, mengambil tema “Pelayanan Prima”. Disampaikan bahwa Pelayanan Prima adalah memberikan pelayanan sehingga dapat memuaskan tamu  atau pelanggan. Komunikasi dengan pelanggan memegang peranan penting dalam pelayanan yang prima. Komunikasi adalah menyampaikan informasi atau pesan yang disampaikan dari pihak pertama kepada pihak lain. Komunikasi dengan pelanggan dapat secara komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi Verbal adalah komunikasi disampaikan secara langsung dengan maksud dan tujuan tertentu, sedangkan Non verbal adalah komunikasi atau pesan yang disampaikan tidak menggunaka kata-kata melainkan dengan bahasa tubuh. 

Pada kesempatan itu diajarkan pula bagaimana cara agar komunikasi dapat efektif dan berjalan lancar diantaranya:

  1. Mengolah data sesuai siapa lawan bicara kita dan jangan menggunakan kata-kata yang tidak dimengerti
  2. Berbicara perlahan-lahan agar lawan bicara kita mengerti dan memahami informasi yang disampaikan
  3. Intonasi nada suara tepat dalam menyampaikan informasi sehingga lawan bicara kita mengerti dan memahaminya
  4. Singkat dan jelas dalam menyampaikan informasi, tidak bertele-tele langsung ke pokok permasalahannya
  5. Pilih waktu yang tepat agar lawan bicara kita dapat benar-benar bersedia dan siap mendengarkannya
  6. Apabila kita berkomunikasi dengan lawan bicara tatap matanya agar lawan bicara kita mengerti dan memahaminya
  7. Lakukan gerakan isyarat agar lawan bicara dapat mengetahui maksud penyampaian informasi tersebut.

Peserta acara PLI BATAN  sangat antusias mengikuti kegiatan 2 hari penyegaran tersebut, itu terlihat pada saat sesi diskusi dimana PLI banyak memberikan masukan dan saran terkait dengan kunjungan dan lain-lain. Setelah mengikuti pembekalan dan penyegaran,  PLI diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat, jelas dan tidak bertele-tele serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan atau tamu yang berkunjung ke BATAN. Pada akhir acara, kegiatan PLI ditutup oleh Kepala PDK BATAN. (rk)

 

 

 

LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Layanan Limbah Radioaktif



Pengaduan Masyarakat



Portal Sistem Informasi



Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.