Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

(Tangsel, 24/09/2020) Strategi pemasaran produk suatu layanan memegang kunci penting dalam keberhasilan penyelenggaran pelayanan publik. PTLR sebagai satu satunya unit penyelenggara pelayanan publik jasa pengelolaan limbah radioaktif, senantiasa memperbaiki kualitas layanan dengan berbagai cara, salah satunya menerapkan strategi marketing yang tepat. Untuk meningkatkan kapasitas pegawai yang terlibat dalam layanan tersebut, maka PTLR menyelenggarakan webinar “Strategi Marketing Sektor Publik dalam Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia” pada Rabu, 23 September 2020.

Acara yang diselenggarakan secara daring tersebut diikuti oleh 38 pegawai PTLR dengan menghadirkan narasumber yang sudah mumpuni dari kalangan pelaku industri yaitu Ir. Gandhi Sriwidodo. Bagaimana tidak mumpuni, beliau pernah menjabat sebagai Direktur LSCI PT Pertamina (2018-2019) dan Komisaris Utama PT Pertamina EP Cepu dari tahun 2018 hingga sekarang.  

Sebelum narasumber memaparkan materi, terlebih dahulu diawali oleh arahan dan sambutan dari Deputi TEN Batan, Ir. Suryantoro, MT. Hal yang disinggung adalah kesiapan PTLR dalam masa setelah amandemen UU ketenaganukliran disahkan. Dalam UU tersebut akan mendorong peran selain Batan (kalangan industri) untuk menjadi pengelola limbah radioaktif. Dengan sifat tidak monopoli lagi, PTLR akan bersaing dengan pengelola limbah radioaktif lainnya. Deputi berharap PTLR akan meningkatkan kualitas dan kemampuan layanan yang lebih luas sejalan dengan peningkatan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia.

Terkait peningkatan layanan, Kepala PTLR sudah mempunyai program tersendiri yang termasuk dalam bagian proyek perubahan, salah satu tugas ketika mengikuti Pelatihan Kepeminpinan Nasional Tingkat II. Disebutkan dalam proyek perubahan bahwa peningkatan kualitas layanan dilakukan dengan berbagai cara, antaralain melakukan koneksi antara eLIRA PTLR dengan Balis BAPETEN, pembenahan sistem database limbah, dan penetapan strategi marketing sektor publik.

Narasumber Ir. Gandhi Sriwidodo mengawali materi dengan bercerita ketika tahaun 2001 PT Pertamina mengalami perubahan sifat dari operator sekaligus regulator ke hanya sebagai operator. Dengan kata lain yang dulunya mempunyai sifat monopoli berubah ke terbatas. Saat pertamina monopoli, kulture layanan sangat merepotkan pelanggan, sebagai contoh pelanggan harus “memohon-mohon” untuk bisa membeli bahan bakar. Pelanggan kemudian disurvey untuk memastikan kebutuhan bahan bakar yang akan dibeli, selanjutnya membayar ke Bank, mengambil sendiri bahan bakar, dan tidak bisa meminta jaminan kualitas dan kuantitasnya.

Perubahan pola pikir karyawan Pertamina juga harus berubah dari yang selalu dilayanani ke melayani pasar. Dinyatakan bahwa perubahan tersebut awalnya susah karena sudah lama tertanam sifat minta dilayani. “Perubahan itu harus diawali komitmen pimpinan “ ucar Gandhi menegaskan. Pimpinan Pertamina kemudian mengambil langkah-langkah, seperti peningkatan kompetensi SDM, merubah mindset karyawan, melakukan riset untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dan lainnya. Akhinya Pertamina mulai mengeluarkan produk-produk baru untuk bersaing dengan produk serupa yang dipasarkan kompetitor.

Menyinggung tentang PTLR kedepan ketika ada kompetitor, narasumber berpesan agar PTLR perlu memepersiapkan sejak dini, salah satunya penyiapan data base penimbul limbah (pelanggan).  Terkait mental melayani, PTLR sudah memilikinya dengan dibuktikan diperolehnya predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari KemenpanRB, ini merupakan modal awal yang baik. Dalam akhir presentasi ditegaskan bahwa sebagai lembaga pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) utamanya berfungsi untuk melayani kebutuhan masyarakat dan masalah keuntungan adalah nomor dua. Strategi Marketing dalam sektor publik harus dimiliki oleh setiap lembaga pemerintah atau BUMN. (irsan)







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.