Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

(Tangsel, 27/09/2020) Kepala Batan mengapresiasi keberhasilan pemindahan limbah reflektor dari PSTNT di Bandung ke PTLR di Kawasan Nuklir Serpong dengan aman dan selamat di tahun 2019. Hal ini membuktikan bahwa Batan mampu menangani limbah yang tidak kecil paparannya bahkan dimensinya juga cukup besar. Itu tidak terlepas karena didukung koordinasi yang baik antara Batan, Bapeten, Polri dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Kepala Batan saat memberi sambutan pembukaan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Limbah Radioaktif, Limbah B3 dan Limbah Bahan Nuklir tahun 2020 secara daring pada Kamis, 24 September 2020.

Rakor Koordinasi (Rakor) Limbah merupakan acara tahunan yang diselenggarakan PTLR untuk koordinasi kegiatan pengelolaan limbah antara para penimbul limbah (satker di lingkungan Batan) dengan pengelola limbah (PTLR Batan). Tahun 2020, Rakor Limbah diadakan secara daring karema mempertimbangkan kondisi masih dalam pandemi Covid-19. Rakor berlangsung satu hari pada tanggal 25 September 2020 dan diikuti oleh 87 peserta dari 18 satker di lingkungan Batan serta PT Inuki.

Selain apresiasi tersebut, Kepala Batan juga menyinggung tentang keberhasilan yang lain seperti penanganan tanah terkontaminasi Cs-137 di dekat perumahan Batan Indah. “Kejadian ini tidak terduga dan menimbulkan efek image kurang bagus terhadap ipteknuk” ujarya. Namun tidak perlu disesali karena akhirnya dengan komitmen dan profesionalistas serta rasa tanggung jawab maka masalah tersebut berhasil ditangani.

Kepala Batan mengingatkan bahwa masih ada “pekerjaan rumah” yang harus diselesaiakan seperti pengelolaan limbah radioaktif hasil samping kegiatan produksi radioisotop PT Inuki. Walaupun ada pihak yang skeptis, tetapi ini justru menimbulkan semangat untuk menyelesaikannya serta telah siapnya fasilitas untuk mengelola limbah tersebut (PSLAT). “jangan meninggalkan permasalahan limbah untuk generasi mendatang” tegasnya.

Selain pekerja rumah pengelolaan limbah PT Inuki, Kepala Batan memberi instruksi agar keilmuan bidang dekomisioning instalasi nuklir jangan sampai dilupakan, sekarang harus ditimbulkan kembali. Ini didasari bahwa sebagian besar fasilitas di Batan sudah berumur tua dan hal ini ditanyakan dari generasi muda tentang kesiapan Batan dalam dekomisioning. Pengalaman dekomisoning reaktor Bandung merupakan pengalaman yang berharga bahkan sudah menjadi acuan negara anggota IAEA yang lain.

Kepala Batan juga mengajak untuk mereduksi jumlah limbah dari pengoerasian fasilitas nuklir serta memamnfaatkan kembali limbah serperti reuse ZRTTD yang sudah ada payug hukumnya. “Sudah saatnya antara pengelola dan penimbul limbah menjalin kerjasama dan berkolaborasi dengan semua stakeholder agar pemanfaatan ipteknuk memberikan manfaat buat masyarakat” pungkasnya, menutup sambutan.

Rakor diawali dengan presentasi dari Kepala PTLR, mempresetasikan Proyek Perubahan yang mengambil tema Penguatan Pengelolaan Limbah Radioaktif di PTLR. Dipaparkan beberapa kegiatan yang akan dilakukan untuk memperkuat sistem pengelolaan limbah radioaktif, salah satunya adalah adanya koneksi eLIRA PTLR dengan Balis BAPETEN, ini akan mempemudah penelusuran limbah dan sangat memudahkan pelanggan.

Selanjutnya Koorinator Pengelolaan Limbah PTLR, Drs. Hendro menyampaikan laporan tindak lanjut hasil rakor limbah sebelumnya (tahun 2019) , antara lain mengupas apa sja yang telah dikerjakan dan kendalanya. Menurut Hendro, tantangan PTLR kedepan adalah menuanya alat yang memerlukan biaya pemeliharaan yang lebih besar, kondisi limbah bahan nuklir hanya disimpan saja belum diolah, limbah cair PRG jumlahya belum berkurang, limbah material terkontaminasi Cs-137 dari industri yang baru sebgian diolah, kekurangan biaya pengolahan limbah clean up yang tidak berbayar pengelolaannya, kondisi truck limbah cair yang sudah tua, dan kekurangan SDM (operator fasilitas) pada tahun 2025 karena pensiun.

Acara dilanjutkan dengan presentasi dari satker-satker yang telah dipilih untuk menyampaikan permasalahan terkait pengelolaan limbah radioaktif, limbah B3 maupun limbah bahan nuklir. Secara daring, satker PRSG, PTBBN, PSTA, PSTNT, PTRR serta PT Inuki memaparkan uraian kegiatan pengelolaan limbah yang telah dilakukan, inventarisasi limbah dan rencana pelimbahannya. Terkadang pengalaman suatu satker menjadi inspirasi satker yang lain dalam mengatasi masalah yang serupa. Seperti bagaimana menyerahkan limbah B3 ke pihak ketiga, mengelola limbah yang memiliki paparan radiasi tinggi, pengelolaan sumber orphan yang tidak punya ijin, delay and decay limbah cair aktifitas rendah yang berjumlah banyak. Muncul juga keingingan bersama untuk menjaga kompetensi Batan (salah satunya pengelolaan limbah radioaktif) karena ini masuk nuclear knowledge management. Nantinya perlu diadkan sertifikasi personel pengelola limbah dan dekontaminasi. Kegiatan pengelolaan limbah radioaktif akan baik (aman dan selamat) bila diawali dengan perencanaan yang baik dengan didukung oleh data-data yang valid sehingga pembiayaan sebagai komponen penting juga terencana

Acara Rakor Limbah ditutup oleh Deputi TEN Batan, Ir. Suryantoro, MT. Sebelum menutup acara, Deputi membeikan resume hasil rakor dengan mengulas kembali apa yang sudah diskusikan dan bagaimana rencana pemecahannya,seperti keinginan satker untuk reuse ZRTTD harus sesuai peraturan, pengelolaan binatang percobaan yang mengandung zat radioaktif, pembinaan edukatif, antisipasi PTLR terhadap semakin menigkatnya jumlah limbah yang dikelola sehingga mengharapakan penimbul sudah bisa melakukan reduksi limbah sejak awal, Pembangunan IS-3 sangat dibutuhkan, mengajak Bapeten sesekali memverifikasi pengangkut limbah, interkoneksi eLIRA dan Balis akan menjadikan pengawasan lebih mudah, serta proyeksi limbah sebaiknya menggunakan aplikasi (irsan)







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.