Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

(Serpong, 05/10/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) meningkatkan kualitas layanan pengolahan limbah radioaktif dengan mengintegrasikan sistem informasi e-Lira dengan Balis. Hal ini disampaikan Kepala PTLR, Sumarbagiono pada sosialisasi pengembangan layanan pengelolaan limbah radioaktif kepada para pelanggannya secara virtual, Senin (05/10).

E-Lira merupakan sistem informasi layanan administrasi pengolahan limbah radioaktif yang berbasis database dan  terhubung dengan jaringan internet. Sedangkan Balis adalah sistem informasi layanan perizinan penggunaan zat radioaktif berbasis database dan terhubung dengan jaringan internet yang dimiliki oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Koordinator Perizinan Fasilitas Penelitian dan Industri, Bapeten, Wita Kustiana mengatakan, integrasi e-Lira dengan Balis ini merupakan inovasi yang dilakukan oleh dua lembaga yang terkait dengan pengolahan limbah radioaktif yakni BATAN dan Bapeten. “Integrasi kedua sistem informasi ini sebenarnya sudah agak lama digagas, namun baru terealisasi di tahun 2020 ini,” ujar Wita.

Menurutnya, integrasi e-Lira dengan Balis ini akan memangkas beberapa tahapan administrasi dalam perizinan dan pengolahan limbah radioaktif tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan keamanannya. Integrasi ini diharapkan dapat dikembangkan terus dan memberikan dampak positif baik bagi pengguna maupun kedua instansi yakni BATAN dan Bapeten.

Sumarbagiono menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran dan PP nomor 61 tahun 2013 tentang Pengolahan Limbah Radioaktif dikatakan bahwa pengelolaan limbah radioaktif dilakukan oleh BATAN melalui PTLR. Untuk itulah PTLR menyelenggarakan layanan pengolahan limbah radioaktif seluruh wilayah Indonesia dan terus mengembangkan sistem layanannya.

“Dua isu strategis sebagai dasar PTLR mengembangkan e-Lira yakni, pertama, adanya temuan limbah zat radioaktif di perumahan Batan Indah beberapa waktu yang lalu. Kedua bahwa layanan pengolahan limbah radioaktif oleh PTLR adalah satu-satunya di Indonesia,” jelas Sumarbagiono.

Menyadari adanya keterbatasan data pengguna zat radioaktif di Indonesia yang dimiliki PTLR, Sumarbagiono menggandeng Bapeten. Dalam hal ini, Bapeten sebagai lembaga yang mempunyai kewenangan dalam memberikan izin penggunaan zat radioaktif diharapkan memiliki data pengguna zat radioaktif seluruh Indonesia.

Untuk itulah, integrasi e-Lira dengan Balis dilakukan sebagai salah satu strategi mendapatkan data calon pelanggan yang merupakan penghasil limbah radioaktif. “Dengan data tersebut, PTLR akan jemput bola kepada para calon pelanggan untuk memberikan bimbingan teknis terkait pengelolaan limbah radioaktif,” tambahnya.

Integrasi e-Lira dan Balis ini jelas Sumarbagiono, mempunyai tiga tujuan yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Tujuan jangka pendek yang ingin dicapai adalah memperbaiki proses bisnis pengolahan limbah radioaktif khususnya dari sisi pengamanan.

Tujuan jangka pendek lainnya adalah melaksanakan pengembangan aplikasi layanan e-Lira yang terhubung dengan aplikasi Balis Bapeten. Perubahan dari pengembangan aplikasi ini adalah adanya notifikasi melalui aplikasi telegram kepada pihak terkait, mempermudah pelanggan memasukkan data, Berita Acara Serah Terima Limbah Radioaktif secara otomatis terkirim ke Bapeten, dan adanya ketertelusuran data pemanfaatan zat radioatif hingga menjadi limbah.

Adapun tujuan jangka menengah integrasi e-Lira dan Balis yakni membangun sistem informasi Prolira untuk membantu perencanaan pengelolaan limbah radioaktif dan pembinaan teknis kepada para penghasil limbah radioaktif. Menerapkan strategi pemasaran sektor publik menjadi hal yang penting dan dijadikan sebagai tujuan jangka menengah.

Sedangkan tujuan jangka panjang dari integrasi e-Lira dan Balis ini, Sumarbagiono menguraikan, proses bisnis pengolahan limbah radioaktif mampu menjamin keamanan dan keselamatan. Sistem administrasi pengolahan limbah radioaktif secara online ini mampu memenuhi harapan para pelanggan.

Tujuan jangka panjang lainnya adalah perencanaan proses dan layanan pengolahan limbah radioaktif, dan pembinaan teknis dapat dilakukan lebih optimal. Pada akhirnya nanti akan terwujud pengelolaan limbah radioaktif nasional yang terpadu. (Pur)







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.