Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide WBS
Slide LRA

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif PTLR Langsung "panas" di Awal Tahun 2020

Layanan pengelolaan limbah radioaktif PTLR langsung "panas" di awal tahun 2020, tidak perlu menunggu waktu hingga tengah tahun. .....

Selengkapnya...

(Tangsel, 28/11/2019) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan mahasiswa Sekolah Tinggi Meteorologi Limatologi dan Geofisika (STMKG) pada tanggal 27 November 2019,  di Gd.50 Kawasan Puspiptek, Serpong, jumlah peserta 48 peserta. Rombongan diterima Tim pemandu di lobby PTLR kemudian pemandu (Heru Sriwahyuni) rmenjelaskan tentang pengelolaan limbah radioaktif,  antara lain : tugas dan fungsi PTLR yang merupakan Instansi pemerintah satu-satunya yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia. 

 

 

(TangSel, 27/11/2019)“International Transport Security Symposium (ITTS).”  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menugaskan Sdr. Moch. Romli, M.K.K.K  (Kepala Subbidang Keselamatan Kerja dan Proteksi Radiasi) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN dan Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka BATAN (Bisma Baron Patrianesha) .untuk menghadiri International Transport Security Symposium (ITTS) di Tokyo, Jepang, pada tanggal 12-14 November 2019, Indonesia mengikrimkan 2 wakilnya dalam pertemuan tersebut dan jumlah peserta ± 76 orang. Pertemuan ini diselenggarakan atas kerja sama kementrian Luar Negri Jepang dan Japan Atomic Energy Agency (JAEA)  serta didukung oleh United States Department Of Energy (US DOE). 

(Tangsel, 21/11/2019) Pada tanggal 19 November 2019 Mahasiswa FMIPA Universitas Indonesia sebanyak 37 orang berkunjung ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN, untuk belajar pengelolaan limbah radioaktif.  Pertama tama rombongan diterima di loby gedung 50 Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Rombongan diterima oleh pemandu PTLR.

(Tangsel, 14/11/2019) Pengalaman Indonesia dalam mengelola Disused Sealed Radioactive Sources (DSRS) bisa dijadikan bahan pembelajaran negara lainnya. Peneliti senior PTLR BATAN, Ir. Sucpta, M.Si. menghadiri kegiatan Meeting on the Disused Sources Integrated Decision Evaluation Support, yang diselenggarakan pada tanggal 14-18 Oktober 2019 di Tunisia.  Kegiatan Meeting on the Disused Sources Integrated Decision Evaluation Support (DSIDES) dilaksanakan dalam bentuk presentasi dan diskusi kelompok.

(Tangerang Selatan, 11/11/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mmenugaskan peneliti seniornya yaitu Prof. Dr. DJarot Sulistio W dari unit kerja Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) untuk menghadiri acara "Technical  Meeting on Strengthening National Regulatory Infrastructure " yang diselenggarakan International Atomic Energy Agency (IAEA) pada tanggal 28-30 Oktober 2019 di Tokyo, Jepang. Jumlah peserta yang hadir ada 22 peserta dari 9 negara dan 1 dari IAEA. 

LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Layanan Limbah Radioaktif



Pengaduan Masyarakat



Portal Sistem Informasi



Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.