Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

Serpong, 08 September 2015

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan dari  Peserta Diklat Pim II  Kemendagri pada tanggal  07 September  2015 , sebanyak 58 orang. Rombongan tiba di Gd. 50 PTLR, pada pukul 13.30 WIB dan di sambut oleh Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (Ir. Suryantoro, MT) dan  Pemandu PTLR  terdiri :, Irwan Santoso,  Heru Sriwahyuni ,  Rukiaty,  Imam Sasmito, Marhaeni Joko P dan salah satu staf dari UPN. Rombongan di terima di Lobi PTLR Gd.50, rombongan langsung diberikan penjelasan oleh pemandu PTLR mengenai tupoksi PTLR dalam melaksanakan litbang dan layanan pengelolaan limbah radioaktif untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan, serta melaksanakan pemantauan lingkungan untuk mendukung pemanfaatan Iptek nuklir yang selamat .  PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia, Ka. PTLR  (Ir. Suryantoro, MT) juga menjelaskan  secara rinci tentang pengertian limbah radioaktif,  jenis-jenis radioaktif, asal usul  limbah radioaktif yang berasal dari Internal BATAN dan Eksternal BATAN seperti : limbah Industri, rumah sakit, lembaga penelitian dan lain-lain,  dan proses pengelolaannya. Selain itu pemandu  menjelaskan mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di PTLR diantaranya: evaporator, kompaktor, insenerator, Chemical Treatment, Unit Sementasi. Pemandu juga menjelaskan bahwa PTLR tidak hanya berkonsentrasi terhadap pengelolaan limbah radioaktif saja namun juga sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya, hal ini dibuktikan dengan memonitoring lingkungan secara berkala dengan radius pemantauan sejauh 5 km oleh Bidang Keselamatan Kerja dan Operasi (BK2O) untuk daerah lingkungan Puspiptek dan sekitarnya. Pemandu juga menjelaskan bahwa selain PTLR melaksanakan tupoksinya, PTLR didukung oleh Sarana dan Prasana Utama yaitu : Instalasi Limbah Radioaktif dan 2 gedung Penyimpanan Sementara Limbah Radioaktif dan gedung penyimpanan limbah aktivitas tinggi : gedung penyimpanan limbah B3 dan gedung penyimpanan Bahan Bakar Nuklir Bekas KH-IPS B3 (Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas).  pemandu memberikan penjelasan kepada rombongan mengenai cara pemrosesan pengolahan limbah cair dengan evaporator  yaitu : mengolah limbah cair organik aktivitas rendah dan sedang dengan cara penguapan pad temperature 100 oc  . Kapasitas tamping limbah radioaktif cair anorganik pra olah sebanyak 0,75 m3/jam . Hasil olahannya berupa konsentrat selanjutnya di immobilisasi dengan matriks semen sedangkan destilat dapat di buang ke lingkungan., dan cara pengolahan limbah padat secara kompaksi maupun  secara insenerasi, cara pencucian (Loundry)   dan pengolahan melalui Chemical Treatment serta penyimpanan limbah dan keselamatan lingkungan. Pemandu juga menjelaskan tentang disposal penyimpanan limbah. Rombongan kemudian  dilanjutkan dengan kunjungan ke Interim Storage (IS1) yaitu: Fasilitas Tempat Penyimpanan Hasil Pengelolaan Limbah Radioaktif. Di sana pengunjung juga dijelaskan secara rinci oleh pemandu tentang cara penyimpanan pengelolaan limbah radioaktif yang telah di olah melalui proses pengolahan. Rombongan sangat antusias sekali mendengarkan penjelasan dari pemandu, banyak pertanyaan yang diajukan kepada pemandu seputar penjelasan tersebut.

Serpong, 07 September 2015

Dalam rangka mensosialisasikan Iptek nuklir khususnya tentang  pengelolaan limbah radioaktif, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima  kunjungan dari  Mahasiswa Universitas , Surabaya,  pada tanggal 3 September  2015, sebanyak 95 orang. Rombongan tiba di Gd. 50 PTLR, pada pukul 12.00 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR  terdiri : Irwan Santoso,  Heru Sriwahyuni ,  Rukiaty,  Imam Sasmito,  dan salah satu staf dari UPN. Rombongan di terima di Lobi PTLR Gd.50, rombongan langsung diberikan penjelasan oleh pemandu PTLR mengenai tupoksi PTLR dalam melaksanakan litbang dan layanan pengelolaan limbah radioaktif untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan, serta melaksanakan pemantauan lingkungan untuk mendukung pemanfaatan Iptek nuklir yang selamat.  PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia. Pemandu juga menjelaskan secara rinci tentang pengertian limbah radioaktif,  jenis-jenis radioaktif, asal usul limbah radioaktif dan proses pengelolaannya. Selain itu pemandu  menjelaskan mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di PTLR diantaranya: evaporator, kompaktor, insenerator, Chemical Treatment, Unit Sementasi. Pemandu juga menjelaskan bahwa PTLR tidak hanya berkonsentrasi terhadap pengelolaan limbah radioaktif saja namun juga sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya, hal ini dibuktikan dengan memonitoring lingkungan secara berkala dengan radius pemantauan sejauh 5 km oleh Bidang Keselamatan Kerja dan Operasi (BK2O) untuk daerah lingkungan Puspiptek dan sekitarnya. Pemandu juga menjelaskan bahwa selain PTLR melaksanakan tupoksinya, PTLR didukung oleh Sarana dan Prasana Utama yaitu : Instalasi Limbah Radioaktif dan 2 gedung Penyimpanan Sementara Limbah Radioaktif dan gedung penyimpanan limbah aktivitas tinggi : gedung penyimpanan limbah B3 dan gedung penyimpanan Bahan Bakar Nuklir Bekas KH-IPS B3 (Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas).  pemandu memberikan penjelasan kepada rombongan mengenai cara pemrosesan pengolahan limbah cair dengan evaporator  yaitu : mengolah limbah cair organic aktivitas rendah dan sedang dengan cara penguapan pad temperature 100 oc  . Kapasitas tamping limbah radioaktif cair anorganik pra olah sebanyak 0,75 m3/jam . Hasil olahannya berupa konsentrat selanjutnya di immobilisasi dengan matriks semen sedangkan destilat dapat di buang ke lingkungan., dan cara pengolahan limbah padat secara kompaksi maupun  secara insenerasi, cara pencucian (Loundry)   dan pengolahan melalui Chemical Treatment serta penyimpanan limbah dan keselamatan lingkungan.

Serpong, 07 September 2015

Dalam rangka mensosialisasikan Iptek nuklir khususnya tentang  pengelolaan limbah radioaktif, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima  kunjungan dari  Mahasiswa Universitas , Surabaya,  pada tanggal 3 September  2015, sebanyak 95 orang. Rombongan tiba di Gd. 50 PTLR, pada pukul 12.00 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR  terdiri : Irwan Santoso,  Heru Sriwahyuni ,  Rukiaty,  Imam Sasmito,  dan salah satu staf dari UPN. Rombongan di terima di Lobi PTLR Gd.50, rombongan langsung diberikan penjelasan oleh pemandu PTLR mengenai tupoksi PTLR dalam melaksanakan litbang dan layanan pengelolaan limbah radioaktif untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan, serta melaksanakan pemantauan lingkungan untuk mendukung pemanfaatan Iptek nuklir yang selamat.  PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia. Pemandu juga menjelaskan secara rinci tentang pengertian limbah radioaktif,  jenis-jenis radioaktif, asal usul limbah radioaktif dan proses pengelolaannya. Selain itu pemandu  menjelaskan mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di PTLR diantaranya: evaporator, kompaktor, insenerator, Chemical Treatment, Unit Sementasi. Pemandu juga menjelaskan bahwa PTLR tidak hanya berkonsentrasi terhadap pengelolaan limbah radioaktif saja namun juga sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya, hal ini dibuktikan dengan memonitoring lingkungan secara berkala dengan radius pemantauan sejauh 5 km oleh Bidang Keselamatan Kerja dan Operasi (BK2O) untuk daerah lingkungan Puspiptek dan sekitarnya. Pemandu juga menjelaskan bahwa selain PTLR melaksanakan tupoksinya, PTLR didukung oleh Sarana dan Prasana Utama yaitu : Instalasi Limbah Radioaktif dan 2 gedung Penyimpanan Sementara Limbah Radioaktif dan gedung penyimpanan limbah aktivitas tinggi : gedung penyimpanan limbah B3 dan gedung penyimpanan Bahan Bakar Nuklir Bekas KH-IPS B3 (Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas).  pemandu memberikan penjelasan kepada rombongan mengenai cara pemrosesan pengolahan limbah cair dengan evaporator  yaitu : mengolah limbah cair organic aktivitas rendah dan sedang dengan cara penguapan pad temperature 100 oc  . Kapasitas tamping limbah radioaktif cair anorganik pra olah sebanyak 0,75 m3/jam . Hasil olahannya berupa konsentrat selanjutnya di immobilisasi dengan matriks semen sedangkan destilat dapat di buang ke lingkungan., dan cara pengolahan limbah padat secara kompaksi maupun  secara insenerasi, cara pencucian (Loundry)   dan pengolahan melalui Chemical Treatment serta penyimpanan limbah dan keselamatan lingkungan.

(Serpong, 4 September 2015) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan dari  Mahasiswa Pakuan, Bogor,  pada tanggal 1 September 2015, sebanyak 80 orang. Rombongan tiba di Gd. 50 PTLR, pada pukul 12.00 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR  terdiri :  Heru Sriwahyuni ,  Rukiaty,  Imam Sasmito, Irwan Santoso dan salah satu staf dari UPN. Rombongan di terima di Lobi PTLR Gd.50, rombongan langsung diberikan penjelasan oleh pemandu PTLR mengenai tupoksi PTLR dalam melaksanakan litbang dan layanan pengelolaan limbah radioaktif untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan, serta melaksanakan pemantauan lingkungan untuk mendukung pemanfaatan Iptek nuklir yang selamat.  PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia. Pemandu juga menjelaskan  tentang pengertian limbah radioaktif, jenis-jenis radioaktif, asal usul limbah radioaktif dan proses pengelolaannya. Selain itu pemandu  menjelaskan mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di PTLR diantaranya: evaporator, kompaktor, insenerator, Chemical Treatment, Unit Sementasi. Pemandu juga menjelaskan bahwa PTLR tidak hanya berkonsentrasi terhadap pengelolaan limbah radioaktif saja namun juga sangat peduli terhadap lingkungan di sekitarnya, hal ini dibuktikan dengan memonitoring lingkungan secara berkala dengan radius pemantauan sejauh 5 km oleh Bidang Keselamatan Kerja dan Operasi (BK2O) untuk daerah lingkungan Puspiptek dan sekitarnya. Pemandu juga menjelaskan bahwa selain PTLR melaksanakan tupoksinya, PTLR didukung oleh Sarana dan Prasana Utama yaitu : Instalasi Limbah Radioaktif dan 2 gedung Penyimpanan Sementara Limbah Radioaktif dan gedung penyimpanan limbah aktivitas tinggi : gedung penyimpanan limbah B3 dan gedung penyimpanan Bahan Bakar Nuklir Bekas KH-IPS B3 (Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas).

Serpong, 20 Agustus 2015

 “Regional Train-the-trainers Course on Transportation Safety and Compliance Assurance Regime of Radioactive Material” yang diselenggarakan pada tanggal 20-28 Juli 2015 di Philipina, selama 8 (delapan) hari. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satuan kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mendelegasikan saffnya Sdr. Suparno dari Bidang Pengelolaan Limbah untuk menghadiri pertemuan Regional Train-the-trainers Course on Transportation Safety and Compliance Assurance Regime of Radioactive Material. Pertemuan ini dihadiri dari 12 negara antara lain : Indonesia, Thailan, Irak, Vietnam, Bangladesh, Malaysia, Cambodia, Mongolia, Philipina, Pakistan dan Palestina. Metode : Presentasi, diskusi, kunjungan dan praktek. Hasil dari workshop ini berupa pendalaman materi dari Regulations for the Safe Transport of Radioactive Material, 2012 Edition, Specific Safety Requirements No. SSR-6 dan dan tata cara penyampaian presentasi yang baik (Train the Trainers Course-Presentation/Training Skills). Selain itu berikan  latihan tertulis tentang penangan kondisi darurat dalam kecelakaan pengangkutan zat radioaktif. Hasil kunjungan ke industri radioisotop untuk rumah sakit diperoleh informasi bahwa pengangkutan isotop Tc99m dan I-131 untuk kebutuhan dalam kota Manila dilakukan menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi dengan box pengangkut.







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.