Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

Serpong, 5 Agustus 2015

Dalam rangka mensosialisasikan Iptek nuklir Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan dari  Mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya,  pada tanggal 3 Agustus 2015, sebanyak 40 orang.Rombongan tiba di Gd. 50 PTLR, pada pukul 12.00 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR  terdiri : Dyah Sulistyani R, Sayogo S,  Rukiaty,  Imam Sasmito, Irwan Santoso dan salah satu staf dari UPN. Rombongan di terima di Lobi PTLR Gd.50, rombongan langsung diberikan penjelasan oleh pemandu PTLR mengenai tupoksi PTLR dalam melaksanakan litbang dan layanan pengelolaan limbah radioaktif untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan, serta melaksanakan pemantauan lingkungan untuk mendukung pemanfaatan Iptek nuklir yang selamat.

Serpong, 14 Juli 2015

Technical Meeting of The Joint Working Group on Spent Fuel and Radioactive Waste, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satuan kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mendelegasikan kepada Kepala Bidang Pengembangan Fasilitas Limbah ( Ir. R Sumarbagiono, MT) untuk menghadiri “Technical Meeting of The Joint Working Group on Spent Fuel and Radioactive Waste”, yang diselenggarakan di Luxembourg pada tanggal 8-12 Juni 2015, selama 5 (lima) hari. Pertemuan ini di hadiri oleh anggota IAEA dan 15 negara yang mewakilinya antara lain :  Armenia, Hungaria, Swedia, Jerman, Rusia, Meksiko, Latvia, Lithuania, Rumania, Kanada, Perancis, Indonesia, Amerika, Spanyol dan Belgia, selain itu hadir utusan dari Komisi Eropa dan OECD serta pejabat IAEA dan staf IAEA. Medote kegiatan : Presentasi, Pembahasan draft dokumen spent fuel and radioactive waste status and trends dalam bentuk diskusi kelompok.

 Kegiatan Technical Meeting dilaksanakan dengan agenda sebagai berikut :

  1. Technical Meeting di buka oleh Mr. Hans Forsstrȍm sebagai pimpinan Technical Meeting dari IAEA.
  2. Patrick O’Sullivan (IAEA-WTS); Status Progres Penyusunan dokumen Spent Fuel and Radioactive Waste.
  3. Jiri Faltejsek (IAEA-WTS); Status and Trends, dan Status terakhir Program IAEA NEWMDB.
  4. Presentasi disampaikan dari masing-masing peserta anggota.
  5. Diskusi Kelompok; dibagi menjadi 3 kelompok kerja yaitu untuk membahas draf dokumen Spent Fuel and Radioactive Waste; Status and Trends
  6. Presentasi kesimpulan serta tindak lanjut kedepan diakhiri dengan penutupan.

Kegiatan dari mengikuti Technical Meeting adalah memberikan panduan bagaimana menyusun laporan pengelolaan limbah radioaktif dan bahan bakar nuklir bekas sesuai dengan kesepakatan Internasional.

Kegiatan ini selain menambah wawasan khusus bagi peserta dari negara lain dalam hal pengelolaan limbah radioaktif dan bahan bakar nuklir bekas yang diharapkan dapat diaplikasikan.

Panduan yang didapatkan dari kegiatan Technical Meeting tersebut : akan digunakan untuk menyusun laporan pengelolaan limbah radioaktif dan bahan bakar nuklir bekas kepada IAEA melalui program NEWMDB IAEA dan JOINT CONVENTION, selain itu PTLR pada saat ini sedang mengembangkan sistem informasi manajemen limbah radioaktif. Kegiatan Technical Meeting yang diikuti ini dapat memberikan pengetahuan tambahan dalam mengembangkan hal tersebut. (uki)       

Serpong, 10 Juli 2015

 Inter-Regional Training Course on Management of Spesific (Non-Standard) Waste From Decommissioning,   yang diselenggarakan di Moscow, Rusia, pada tanggal 22 – 26 Juni 2015 selama 5 (lima) hari. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satuan kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR)  mengirim stafnya yaitu Sdri. Gustri Nurliati, S.ST,  dari Bidang Teknologi Pengolahan dan Penyimpanan Limbah (BTPPL) untuk menghadiri Inter-Regional Training Course on Management of Spesific (Non-Standard) Waste From Decommissioning.  Pertemuan ini dihadiri oleh 31 peserta dari  23 negara  yaitu : Indonesia, Perancis, Jerman, Afrika Selatan, Bangladesh, Brazil, Bulgaria, Hunggaria, Irak, Kazakhstan, Latvia, Lithuania, Malaysia, Mesir, Montenegro, Myanmar, Pakistan, Philipina, Polandia, Republik Korea, Serbia dan Uzbekiztan. Metode yang diberikan : Prsentasi, Diskusi, Kuliah umum  dan Technical Visit.  Untuk pertemuan Inter-Regional training Course ini masing-masing peserta mempresentasikan masalah-masalah yang dihadapi di negaranya masing-masing yang berkaitan dengan limbah radioaktif antara lain :   Limbah Berrylium, Limbah Grafit, Air Kolam Reaktor, Limbah Cair Organik dan Limbah Padat yang terkontaminasi zat radioaktif. Selain itu nara sumber juga menyampaikan presentasi sebagai berikut :

  1. Whilie Meyer dari The South African Nuclear Energy Corporation SOC Limited (Nesca); Bagaiman cara mengolah limbah cair organic (minyak, cairan scintillant, TPB, keronsene), metode-metode yang dapat dilakukan untuk mendekontaminasi plutonium pada permukaan logam dan enkapsulasi radionuklida volatile dalam semen fosfat dan dilapisi dengan epoksi.
  2. Hans-Jȕrgen Steinmetz dari Jerman ; Pengolahan material yang mengandung senyawa radioaktif dan Bahan berbahaya seperti : berilium, merkuri dan metode-metode inovatif untuk Pengolahan Limbah Radioaktif Grafit.                          
  3. Christine Georges dari Alternative Energies andAtomic Energy Commission (CEA) Perancis; Teknologi proses Dekontaminasi dan Decommissioning di Perancis dan Pengolahan material yang sangat reaktif contohnya : alloy berbahan dasar alkali.

Serpong, 07 Juli 2015

Training Course On The Theory And Practical Application Of Resrad Biota And Other Codes In The Resrad Family For The Determination Of Dose,  isk And Authorized Limits at Radioactively Contaminated Sites, di selenggarakan pada tanggal 22 Juni 2015 – 02 Juli 2015, di USA selama 9 (sembilan) hari.  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satuan kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mendelegasikan saffnya Wijayanto dari Bidang Keselamatan Kerja dan Operasi untuk menghadiri pertemuan Training Course On The Theory And Practical Application Of Resrad Biota And Other Codes In The Resrad Family For The Determination Of Dose,  isk And Authorized Limits at Radioactively Contaminated Sites. Pertemuan ini dihadiri oleh 12 orang peserta antara lain : Indonesia, Bangladesh, Malaysia, Myanmar, Thailand dan Vietnam. Dari Indonesia di wakili oleh 4 orang yaitu : 2 orang dari BATAN ( Adi Wijayanto dari PTLR , Dr. Pande Made Udiyani dari PTRKN) dan  2 orang peserta dari BAPETEN (Dr. Syahrir, M. Alfiyan). Metode : Pesentasi Individu, diskusi dan kunjungan ke Fasilitas. Tujuan utama dalam kegiatan training course adalah pengkajian dosis dan pemodelan analisis resiko radiasi pada biota, onste, offside, build dan RDD menggunakan RESRAD Family Sofware. Sofware tersebut di danai oleh US Departement of Energy dan dikembangkan oleh Argonne National Laboratory. Setiap peserta diharapkan dapat mengaplikasikan serta mensosialisasikan RESRAD Family Sofware  di negaranya masing-masing, dikarenakan banyak keuntungan yang dapat diperoleh setelah menggunakan software ini terutama yang berkaitan dengan pengkajian dosis dalam pengelolaan limbah radioaktif dan pemantauan effluent cair dan gas ke lingkungan.Dari hasil mengikuti training course tersebut akan di tindak lanjuti  untuk diadakannya pelatihan mengenai “Penggunaan RESRAD”  di dalam negeri yang akan dikoordinir oleh BATAN dan BAPETEN. Training Course ini diakhiri dengan pembagian sertifikat kepada masing-masing peserta.  (uki)

 

Serpong, 18 Juni 2015

 “Regional Workshop on The Principle of Spent Fuel And Radioactive Waste Management” yang diselenggarakan pada tanggal 8-12 Juni 2015 di Bangkok, Thailand, selama 5 (lima) hari.  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satuan kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) telah mengirimkan wakilnya : Sdr. Arifin, ST dari Bidang Pengelolaan Limbah  untuk menghadiri pertemuan ” Regional Workshop on The Principle of Spent Fuel And Radioactive Waste Management”, pertemuan ini dihadiri dari beberapa negara : Cina, Banglades,  Indonesia, Malaysia, Vietnam, Philipina dan Thailand sebagai tuan rumah, jumlah peserta 25 orang. Metode yang diberikan : Presentasi, diskusi dan latihan.







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.