Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

Serpong, 16 April 2015

 Technical Meeting on The Security of Radioactive Material in Use and Storage and of Associated Facilities, pada tanggal 30 Maret 2015 s/d 02 April 2015 di Vienna, Austria, selama 4 (empat) hari. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satkernya yaitu Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mengirimkan wakilnya yaitu :  Sdr. Ade Rustiadam (sebagai Ka. Unit Pengamanan Nuklir  PTLR) untuk menghadiri pertemuan tersebut yang diselenggarakan oleh IAEA dan pertemuan ini dihadiri dari berbagai negara. Pertemuan ini dibuka oleh Mr. K. Mrabit dari IAEA dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa pentingnya rancangan panduan pelaksanaan sebagai dokumen kunci dalam Keamanan Nuklir Series, serta beliau memberikan informasi mengenai dimulainya masa jabatan kedua tentang “Komite Bimbingan Keamanan Nuklir” tepatnya pada bulan Juni 2015. Kegiatan Technical Meeting adalah: presentasi dan diskusi.

 Materi-materi yang disampaikan dalam kegiatan technical meeting sebagai berikut :

  1. Walkthrough of Draft Document: Section 1 (Mr. Kristof Horvath )
  2. Walkthrough of Draft Document: Section 2 ( Julie Murray)
  3. Walkthrough of Draft Document: Sectios 3.1-3.10 (State Responsilities) (Fred Morris)
  4. Walkthrough of Draft Document: Sections 3.11-3.16 (State, Regulator, Operator Responsibilities)(Fred Morris)
  5. Walkthrough of Draft Document: Sections 3.17-3.24 (Threat Assessment) ( Kristof Horvath)
  6. Walkthrough of Draft Document: Sections 3.25-3.35 (Gus Potter)
  7. Walkthrough of Draft Document: Sections 4 (Christian Brouse)
  8. Walkthrough of Draft Document: Sections 5.1 (Guillaume Belot)
  9. Walkthrough of Draft Document: Sections 5.2 (Ralf Stegemann, Ingo Schwering)
  10. Walkthrough of Draft Document: Sections 5.3 (Paul Goldberg)
  11. Walkthrough of Draft Document: Sections 6.1,6.2,6.3 (Faiesal Ali, Tatiana Makarchuk)

   Presntasi lain pada kegiatan tertentu berhubungan dengan bahan radioaktif sebaikut :

  1. Isaksson dari IAEA : secara singkat disampaikan tentang Kemajuan Perkembangan Revisi NSS No.9 yaitu : Keamanan Zat Radioaktif  pada Transportasi.
  2. T. Rowland dari IAEA : memberikan presentasi tentang Kemajuan Pengembangan publikasi yang berkaitan dengan informasi dan keamanan komputer pada umumnya dan berkaitan dengan keamanan bahan radioaktif.

 Selain itu para peserta technical meeting membahas topik-topik khusus yang diajukan :

  1. Pedoman kemungkinan penyebaran sengaja ke udara dan terhirup sebagai cara di mana bahan radioaktif dapat disalah gunakan harus ditambah dalam prosedur tersebut.
  2. Kebutuhan persyaratan untuk Kontraktor keamanan yang terlibat dalam pemeliharaan, offsite respond an lain-lain.
  3. Tingkat Detail Bimbingan sehubungan dengan teknologi alternative
  4. Masalah panduan keselamatan keamanan fasilitas memperkerjakan pegawai /staf dalam jumlah yang sedikit
  5. Klasifikasi rencana respon sebagai bagian dari rencana keamanan atau sebagai dokumen yang terpisah: Klarifikasi terminology juga dicari karena “contingency plant” istilah yang digunakan di NSS 13 danrencana respon digunakan di NSS 14.

 Diskusi terbuka tentang kebutuhan lebih lanjut panduan IAEA dalam kaitannya dengan keamanan bahan radioaktif  yang akan berguna :

  1. Pelatihan bagi aparat keamanan
  2. Penilaian kerentanan yang berkaitan dengan sumber radiasi
  3. Evaluasi efektivitas sistem keamanan
  4. Langkah-langkah keamanan dalam kasus situasi darurat
  5. Formulir dan daftar periksa untuk digunakan dilapangan oleh regulator keamanan
  6. Mengambil pendekatan terpadu terhadap keselamatan dan keamanan selama transportasi
  7. Integrasi NSS13 dan NSS14 dalam rezim keamanan nasional
  8. Persyaratan untuk kontraktor keamanan
  9. Kriteria untuk mengklasifikasi kan informasi, identifikasi informasi sensitif
  10. Panduan Pengelolaan dokumentasi IAEA, dokumen IAEA dengan sistem pengkodean di bidang
  11. keselamatan dan keamanan untuk mengidentifikasi menghubungkan dokumen dan berbagai tingkat dokumen (yaitu rekomendasi, penerapan dan panduan teknis)
  12. Demonstrasi pada implementasi praktis dari NSS11

 Dari hasil kesimpulan dalam kegiatan ini  adalah selain menambahkan wawasan mengenai sistem keamanan zat radioaktif, manajemen keamanan radioaktif dan mengenai keamanan transportasi untuk zat radioaktif,  peserta  merasa bahwa rancangan pelaksanaan panduan cocok untuk membantu negara-negara anggota IAEA dengan pembentukan dan perbaikan lebih lanjut dari sistem peraturan mereka untuk keamanan bahan radioaktifnya. (uki).

 

.

 

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif mengadakan kegiatan Sarasehan Budaya Keselamatan PTLR . Kegiatan ini merupakan puncak dari kegiatan-kegiatan dalam rangka mengisi bulan K3. Kegiatan lain yang dilakukan dalam mengisi bulan K3, diantaranya  Lomba Fotografi K3, Lomba Poster K3, Lomba Karyawan Teladan K3, dan Lomba Cerdas cermat K3. Pada sarasehan inilah penyerahan hadiah lomba dilakukan selain acara diskusi.

(Serpong, 08 April 2015).  Dalam rangka mensosialisasikan iptek nuklir di Indonesia, , Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan mahasiswa UIN Sunan Gunung Jati, Bandung, pada tanggal 07 April 2015 sebanyak 10 orang. Mahasiswa tiba di Gedung 50 PTLR pada pukul 12.00 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR terdiri : M. Cecep Cepi H, S.ST, Rukiaty, Irwan Santoso,M.Si, Marhaeni Joko P, Ir. Dyah Sulistyani R, Adi Wijayanto dan Asmuri. Mahasiswa langsung diberi penjelasan oleh Pemandu mengenai tupoksi PTLR, visi dan misinya serta Kegiatan PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia yaitu untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan serta melaksanakan pemantauan lingkungan untuk mendukung iptek nuklir yang selamat.

(Serpong, 9 April 2015).  “National Training Course on Radioactive Waste Management-Principles and Practices”, pada tanggal 30 Maret 2015 s/d 01 April 2015 di Cambodia, selama 3 (tiga) hari. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satkernya yaitu Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mengirimkan wakilnya Sdr. Ir. Suryantoro, MT, (Ka. PTLR) untuk mengajar sebagai expert IAEA di “ National Training Course on Radioactive Waste Management-Principles and Practices”. Peserta yang hadir dalam diklat tersebut dari berbagai kementrian antara lain : Kementrian Pertambangan dan Energi, Kementrian Lingkungan, dan Kementrian Industri dan Kerajinan tangan juga hadir. Dari beberapa peserta datang dari Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Keuangan dan 2 peserta dari rumah sakit.  

(Serpong, 27 Maret 2015) Dalam rangka meningkatkan SDM Petugas Proteksi Radiasi, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mengirimkan 3 stafnya dari Bidang Keselamatan Kerja dan Operasi untuk mengikuti “Pelatihan Penyegaran Petugas Proteksi Radiasi Instalasi Nuklir” yang diselenggarakan pada tanggal 16-20 Maret 2015 di Pusdiklat, peserta pada umumnya dari lingkungan BATAN. Tujuan pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan personel di bidang proteksi radiasi, agar mampu menerapkan prinsip proteksi radiasi dalam pemanfaatan tenaga nuklir di Instalasi nuklir serta mempersiapkan peserta untuk memperoleh Surat Ijin Bekerja sebagai petugas radiasi yang dikeluarkan oleh BAPETEN sebagai Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Dari hasil setelah mengikuti pelatihan diharapkan peserta dapat meningkatkan kualitas, kemampuan dan keterampilannya dalam menerapkan proteksi radiasi di Bidang Instalasi nuklir tersebut akan lebih baik dan peserta yang bertugas harus ada SIB dari BAPETEN. (uki)







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.