Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Uji Radiometalurgi PTBBN-BATAN

Bidang Uji Radiometalurgi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan teknik uji radiometalurgi .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir PTBBN-BATAN

Bidang Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir mempunyai tugas melaksanakan pengembangan teknologi fabrikasi bahan bakar nuklir.....

Selengkapnya...

Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) merupakan salah satu unit kerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di bawah Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN), dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden No. 46 tahun 2013 yang dijabarkan dalam Peraturan Kepala BATAN No. 14 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN, sebagaimana telah di ubah menjadi Peraturan Kepala BATAN No. 16 Tahun 2014.

Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir merupakan salah satu fasilitas laboratorium penunjang Reaktor Serba Guna GA Siwabessy yang berada didalam kawasan Puspiptek Serpong.

Pada tahun 1986 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Nasional Nomor 127/DJ/XII/1986 tanggal 10 Desember 1986 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Tenaga Atom Nasional ditetapkan salah satu struktur organisasi setingkat eselon II yang berada dibawah Deputi Bidang Penelitian Pengembangan Industri Nuklir, bernama Pusat Elemen Bakar Nuklir (PEBN).

Pada tahun 2001 berdasarkan SK Kepala BATAN Nomor: 166/KA/IV/2001 tanggal 2 April 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Tenaga Nuklir Nasional, PEBN diubah menjadi Pusat Pengembangan Teknologi Bahan Bakar Nuklir dan Daur Ulang (P2TBDU).

Pada tahun 2005 berdasarkan SK Kepala BATAN Nomor: 392/KA/IX/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Tenaga Nuklir Nasional, nama P2TBDU diubah menjadi Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) yang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan teknologi bahan bakar nuklir.

Berdasarkan Peraturan Kepala BATAN Nomor 14 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Tenaga Nuklir Nasional, nama PTBN diubah menjadi Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengendalian kebijakan teknis, pelaksanaan, pembinaan dan bimbingan di bidang pengembangan teknologi fabrikasi bahan bakar nuklir dan teknik uji radiometalurgi. PTBBN berada di bawah Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir.

Dalam melaksanakan  tugas dan fungsinya PTBBN didukung oleh  5 (lima) Unit kerja Eselon III dan 9 (sembilan) Unit kerja Eselon IV, dengan struktur Organisasisebagai berikut.

Visi

PTBBN unggul dan terdepan dalam inovasi litbangyasa teknologi bahan bakar nuklir

Misi

  1. Menghasilkan teknologi bahan bakar nuklir yang bermutu, inovatif, dan ber-orientasi pada pelanggan (demand driven dan stake-holder satisfaction).
  2. Mewujudkan pilar-pilar Science and Technology Base di bidang teknologi bahan bakar nuklir yang handal, berdaya saing, dan berkelanjutan

Lebih rinci mengenai visi misi tersebut tertuang dalam Rencana Strategis 2015-2019 Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir.

Sesuai dengan Peraturan Kepala BATAN No. 14 Tahun 2013, PTBBN mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengendalian kebijakan teknis, pelaksanaan, dan pembinaan dan bimbingan di bidang pengembangan teknologi fabrikasi bahan bakar nuklir dan teknik uji radiometalurgi. Untuk melaksanakan tugas tersebut, PTBBN menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan urusan perencanaan, persuratan dan kearsipan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan rumah tangga, dokumentasi ilmiah dan publikasi serta pelaporan;
  2. Pelaksanaan pengembangan teknologi fabrikasi bahan bakar nuklir;
  3. Pelaksanaan pengembangan teknik uji radiometalurgi;
  4. Pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan fasilitas bahan bakar nuklir;
  5. Pelaksanaan pemantauan keselamatan kerja dan akuntansi bahan nuklir;
  6. Pelaksanaan jaminan mutu;
  7. Pelaksanaan pengamanan nuklir; dan
  8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir.