Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

  • Pra Disposal Limbah Radioaktif, meliputi :
  • Pengembangan teknologi karakterisasi dan monitoring limbah radioaktif dan paket limbah radioaktif,
  • Pengembangan teknologi proses limbah radioaktif tingkat rendah dan sedang,
  • Pengembangan teknologi kondisioning limbah radioaktif tingkat rendah dan sedang,
  • Pengembangan teknologi penyimpanan limbah radioaktif tingkat rendah dan sedang,
  • Pengembangan teknologi dekontaminasi dan dekomisioning fasilitas nuklir dan fasilitas zat radioaktif, dan
  • Pengembangan teknologi penyimpanan limbah tingkat tinggi (bahan bakar nuklir bekas).
  • Disposal Limbah Radioaktif, meliputi :
  • Pengembangan teknologi desain disposal limbah radioaktif tingkat rendah, sedang dan tinggi,
  • Pengembangan teknologi keselamatan disposal limbah radioaktif tingkat rendah, sedang dan tinggi antara lain kajian analisis keselamatan (pemilihan skenario, modeling dan kalkulasi keselamatan), dan
  • Penelitian aspek ekonomi, sosial dan budaya disposal limbah radioaktif.

Salah  satu  jenis  limbah  radioaktif  padat yang    ditimbulkan    dari    pengoperasian instalasi    nuklir    adalah    limbah    radioaktif    padat terkontaminasi. Limbah  ini  berupa sisa  pembungkus  limbah  kontaminasi  seperti  drum  HDPE, jerigen-jerigen terkontaminasi,  limbah  meja  laboratorium terkontaminasi dan karpet bekas  lapisan lantai  terkontaminasi.  Limbah  tersebut  banyak  disimpandigedung  penyimpananInterm  Storage (IS1) dan  menjadi  masalah  dalam  pengolahannya.  Untuk  menyelesaikan  permasalahan yang  ada maka dibuatalatpengolahlimbah dengan  carareduksi volume  yang  memiliki potensipaparan radiasi dankontaminasi terhadap  pekerjakecil.Prinsip kerja alat  adalahmencacah drum HDPE160  liter menggunakan  mata  pisau,  menjadi  bagian  lebih  kecil sehingga dapatmasukkedalam drum  100  literyang  sesuai  dengan  kapasitas  olah mesin  kompaksi yang  dimiliki  oleh  Pusat Teknologi  Limbah  Radioaktif  (PTLR). Alat  pengolah  yang  bernama  mesin Shredder ini didesain mampu  meminimalisir  potensi  kontaminasiinternal dan  eksternal pekerja akibat kegiatan  fisikpengolahan limbah drum HDPE.

Dimensi HEPA filter tidak sesuai dengan kompaktor sehingga memerlukan alat untuk mengkondisikan HEPA Filter sebelum diolah dengan kompaktor. PTLR telah mengembangkan alat Shaping Compactor yang mampu mengubah ukuran HEPA Filter sehingga dimensinya masuk ke dalam kompaktor yang sudah ada. Shaping Compactor mempunyai dua piston untuk menekan ke dua arah yang berbeda.

Limbah radioaktif cair diolah menggunakan Evaporator yang mampu mengolah untuk volume limbah yang besar namun membutuhkan biaya operasional yang cukup mahal. PTLR telah mengembangkan metode pengolahan baru yaitu menggunakan alat penukar ion. Sudah terbukti, alat ini mampu mengolah limbah dengan kualitas hasil setara dengan Evaporator serta lebih ekonomis biaya operasionalnya.

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mengelola limbah radioaktif yang berasal dari seluruh Indonesia. Pengelolaan limbah radioaktif menimbulkan potensi bahaya radiasi cukup besar yang harus selalu dimonitor dan dikendalikan sehingga aman dan selamat bagi pekerja, masyarakat dan lingkungan. Suatu inovasi dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sistem monitor radiasi fasilitas pengolahan dan penyimpanan limbah radioaktif. Sistem monitor radiasi yang semula hanya berfungsi secara lokal akan dikembangkan menjadi sistem pemantau radiasi online dilengkapi sistem peringatan dini radiasi yang dapat menyampaikan pesan melalui aplikasi Telegram. Dengan demikian status pemantauan dapat diketahui setiap saat dari mana pun dengan mudah melalui internet dan apabila terjadi paparan radiasi yang melebihi batas maka sistem pemantau akan mengirim pesan kepada petugas melalui aplikasi Telegram sehingga dapat ditangani dengan cepat.  Sistem monitor radiasi ini ke depan dapat dikembangkan menjadi sistem monitor untuk beberapa fasilitas sekaligus di lokasi yang berbeda-beda bahkan dapat diperluas untuk lingkup nasional misalnya untuk memantau radiation portal monitor yang dipasang pada pelabuhan laut dan udara untuk memonitor lalu lintas zat radioaktif yang masuk dan keluar Indonesia.







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.