HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

PERATURAN

KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

NOMOR 14 TAHUN 2013

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL


Pasal 163

Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengendalian kebijakan teknis, pelaksanaan, dan pembinaan dan bimbingan di bidang penelitian dan pengembangan aplikasi isotop dan radiasi di bidang industri dan lingkungan, pertanian, dan proses radiasi.

Pasal 164

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan urusan perencanaan, persuratan dan kearsipan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan rumah tangga, dokumentasi ilmiah dan publikasi serta pelaporan;

b. pelaksanaan penelitian dan pengembangan aplikasi isotop dan radiasi di bidang industri dan lingkungan;

c. pelaksanaan penelitian dan pengembangan aplikasi isotop dan radiasi di bidang pertanian;

d. pelaksanaan penelitian dan pengembangan aplikasi isotop dan radiasi di bidang proses radiasi;

e. pelaksanaan pemantauan keselamatan kerja dan pengelolaan limbah;

f. pelaksanaan jaminan mutu;

g. pelaksanaan pengamanan nuklir kawasan; dan

h. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir.

Pasal 166

Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan, persuratan dan kearsipan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan rumah tangga, dokumentasi ilmiah dan publikasi serta pelaporan.

Pasal 167

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan urusan perencanaan, persuratan dan kearsipan, kepegawaian, administrasi kegiatan ilmiah, dokumentasi dan publikasi, dan pelaporan;

b. pelaksanaan urusan keuangan; dan

c. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.

Pasal 170

Bidang Industri dan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan aplikasi isotop dan radiasi di bidang industri dan lingkungan.

 

Pasal 171

Bidang Pertanian mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan aplikasi isotop dan radiasi di bidang pertanian.

 

Pasal 172

Bidang Proses Radiasi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan aplikasi isotop dan radiasi di bidang proses radiasi.

 

Pasal 173

Bidang Keselamatan Kerja dan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan keselamatan kerja, lingkungan dan pengelolaan limbah.

 

Pasal 174

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173, Bidang Keselamatan Kerja dan Lingkungan menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan pemantauan keselamatan kerja, proteksi radiasi, dan koordinasi penanggulangan kedaruratan nuklir kawasan; dan

b. pelaksanaan pengelolaan limbah radioaktif dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta pengawasan keselamatan lingkungan kawasan.

Pasal 175

Bidang Keselamatan Kerja dan Lingkungan terdiri atas:

a. Subbidang Keselamatan Kerja dan Proteksi Radiasi; dan

b. Subbidang Pengelolaan Limbah dan Keselamatan Lingkungan.

 

Pasal 176

(1) Subbidang Keselamatan Kerja dan Proteksi Radiasi mempunyai tugas melakukan pemantauan keselamatan kerja, proteksi radiasi, dan koordinasi penanggulangan kedaruratan nuklir kawasan.

(2) Subbidang Pengelolaan Limbah dan Keselamatan Lingkungan mempunyai tugas melakukan pengelolaan limbah radioaktif dan limbah B3, serta pengawasan keselamatan lingkungan kawasan.


PERATURAN

KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

NOMOR : 396/KA/XI/2005

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI IRADIASI, ELEKTROMEKANIK, DAN INSTRUMENTASI


Pasal 1

(1) Balai Iradiasi, Elektromekanik, dan Instrumentasi yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Balai adalah unit pelaksana teknis yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi.

(2) Balai dipimpin oleh seorang Kepala.

 

Pasal 2

Balai mempunyai tugas memberikan pelayanan iradiasi, perawatan dan operasi iradiator, mesin berkas elektron dan alat iradiasi lainnya, serta memberikan pelayanan perancangan, konstruksi, perbaikan prasarana dan sarana pengembangan di bidang aplikasi teknologi isotop dan radiasi.

 

Pasal 3

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Balai mempunyai fungsi :

a. pelaksanaan pelayanan iradiasi, perawatan dan operasi iradiator, mesin berkas elektron dan alat iradiasi lainnya;

b. pelaksanaan pelayanan perancangan, konstruksi, perbaikan prasarana dan sarana pengembangan.

 

Pasal 4

Balai terdiri dari :

a. Petugas Tata Usaha;

b. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Pasal 5

Petugas Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai.

 

Pasal 6

(1) Balai terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam beberapa kelompok.

(2) Setiap kelompok dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional.

(3) Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Pasal 7

Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Balai, Petugas Tata Usaha, dan Kepala Kelompok tenaga fungsional, wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Badan Tenaga Nuklir Nasional sesuai dengan tugas masing-masing.

 

Pasal 8

Setiap pemimpin satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Pasal 9

Setiap pemimpin satuan organisasi di lingkungan Balai bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.

 

Pasal 10

Setiap pemimpin satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

 

Pasal 11

Setiap laporan yang diterima oleh pemimpin satuan organisasi dari bawahan, wajib diolah dan digunakan sebagai bahan menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk bagi bawahan.

 

Pasal 12

Dalam menyampaikan laporan kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

 


Alamat :
PUSAT APLIKASI ISOTOP DAN RADIASI
Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Jakarta 12440
Telp. 021 7690709 Fax. 021 7691607
Website : http://www.batan.go.id/pair
Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.