Slide item 12
korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

Bandung, 31/05/2017. Semakin mendesaknya kebutuhan energi di masa datang, peluang pemanfaatan energi nuklir akan semakin meningkat, untuk itu sejak lama BATAN sudah mempersiapkan diri dengan melakukan berbagai penyiapan infrastruktur nuklir, demikian antara lain dikatakan Kepala PSTNT, Jupiter Sitorus Pane dalam sambutannya saat membuka Forum Diskusi Teknis Penyusunan Perundang undangan Bidang Instalasi dan Bahan Nuklir  yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada 31 Mei 2017 di Hotel Panghegar Bandung.

Lebih lanjut menurut Jupiter, untuk mempersiapkan suatu desain Reaktor Daya eksperimental (RDE) reaktor tipe HTGR BATAN, mengkonversi teras reaktor TRIGA menjadi Reaktor TRIGAPELAT, termasuk mengevaluasi teknologi reaktor Thorium yang masih dalam tahap usulan, maka diperlukan payung hukum di bidang ketenaga nukliran, peraturan-peraturan perundang-undangan maupun peraturan Kepala (Perka) BAPETEN lainnya.

Dalam acara yang dihadiri oleh staf BAPETEN, PSTNT BATAN, FMIPA ITB, Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, BMKG serta PPLH Bandung diisi dengan presentasi mengenai Perka BAPETEN no 3/2008 dan rancangan perka tentang desain teras reaktor daya. Menurut Direktur Pengaturan dan Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir (P2IBN) BAPETEN, Yudi Purnomo sebagai moderator Forum Diskusi tersebut menyampaikan bahwa untuk menghasilkan Perka BAPETEN yang berkualitas perlu mengakomodasi semua masukan dari berbagai institusi.

Mengawali sesi presentasi, Kepala Sub Direktorat Peraturan Reaktor Daya (PRD), Bambang Eko menjelaskan tentang revisi Perka BAPETEN no 3/2008 yang mengatur evaluasi tapak instalasi nuklir untuk aspek penentuan dispersi zat radioaktif di udara dan air dan pertimbngan distribusi penduduk di sekitar tapak. Dalam presentasi tersebut diuraikan hirarki peraturan peraturan Kepala BAPETEN tentang ketenaga nukliran. Selanjutnya dijelaskan tentang perlunya merevisi perka no 3/208 karena adanya perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat, kecelakaan reaktor nuklir Fukusima Daichi, cakupan reaktor daya menjadi instalasi nuklir, memperbaiki struktur serta kualitas perka.

Sementara Zulfandir staf subdit PRD menjelaskan rancangan perka desain teras reaktor daya yang bertujuan untuk memberi acuan yang jelas dan akurat dalam mendesain maupun menganalisis teras reaktor sebagai sistem dan komponen inti dari suatu instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir. Teras reaktor merupakan tempat terjadinya reaksi fisi yang terjadi di reaktor daya. Hasil dari reaksi fisi berupa nuklida nuklida radio aktif serta energi panas yang perlu dikelola untuk keselamatan dan keamanan reaktor nuklir.

Forum diskusi diakhiri dengan mengakomodir tanggapan nara sumber terhadap revisi perka no 3/2008 dan rancangan perka desain teras reaktor daya. Menurut salah satu narasumber PSTNT, Juni Chusetijowati, proses sebaran zat radio aktif dan proses terpaparnya manusia oleh zat radio aktif perlu dimasukkan pada perka no 3/2008. Nara sumber lain yang memberi tanggapan terhadap perka no. 3/2008 dan rancangan perka desain teras reaktor daya. </arie>