Slide item 12
korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

(Bandung, 05/06/2017). Kiprah teknologi analisis nuklir di Indonesia mendapat perhatian dunia Internasional. Peneliti senior Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Prof. Dr. Muhayatun, MT mendapat kehormatan menjadi presenter tunggal mewakili Asia Pasifik pada sesi “Taking a regional approach” dan sekaligus sebagai panelis pada sesi “The IAEA TC Programme, Clean water and environment” dalam acara ‘International Conference on the IAEA Technical Cooperation Programme’. Konferensi International yang digelar oleh Badan Tenaga Atom Internasional / National Atomic Energy Agency (IAEA) ini mengusung tema ‘Sixty years and beyond: Contributing to development’ ini diselenggarakan pada 30 Mei – 1 Juni 2017 di Wina, Austria.

Pada sesi ‘The IAEA TC programme: contributing to member state’ national development’, pakar di bidang analisis menggunakan teknologi nuklir di Indonesia ini menjadi salah satu dari empat panelis dalam diskusi terkait dengan perspektif program kerjasama teknis di bidang air dan lingkungan di masa depan. Ia didampingi dengan tiga panelis lainnya berasal dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) - USA, United Nation Environment Programme (UNEP) dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Pada kesempatan ini, Muhayatun menekankan pentingnya database yang telah dihasilkan dari program regional sebagai referensi berbasis ilmiah untuk pembuatan kebijakan dan strategi yang tepat dalam peningkatan kualitas udara. Beliau juga menekankan unik dan unggulnya metode teknik analisis nuklir dalam karakterisasi sampel partikulat udara beserta berbagai contoh riil dalam identifikasi jenis dan sumber utama pencemar udara.

Sesi selanjutnya, mengambil pendekatan regional dalam kerja sama untuk menangani masalah pembangunan bersama, berbagai perwakilan dari berbagai regional yaitu Amerika dan Caribia, Afrika, Eropa dan Asia Pasifik, bergantian memaparkan presentasinya. Sebagai perwakilan dari Asia Pasifik, Muhayatun menyampaikan presentasinya dengan judul ‘Integrated Strategies to Address Urban Air Improvement: Experience of Asia and the Pacific’.

Dalam kesempatan ini, beliau menegaskan, pencemaran udara adalah permasalahan regional yang harus diselesaikan secara bersama. Berbagai modalities, capaian dan strategi yang tepat harus dilakukan agar keberlangsungan program dapat terjaga. Dengan mengedepankan semangat kebersamaan, kesejajaran dan saling membantu, kerjasama regional ini akan lebih efektif menuju the sustainable development goals. Presentasi tersebut dilanjutkan dengan diskusi panel dengan para pakar nuklir diantaranya dari ANSTO (Australia), BAEC (Bangladesh), LAEC (Lebanon) serta pakar ekonomi dan agrikultur dari Asian Developmen Bank/ ADB (Filipina) dan International Center for Biosaline Agriculture/ ICBA (UEA). </yans,arie>