korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

HUT-PSTNT

Kawasan Nuklir Bandung diresmikan pada 20 Februari 1965 yang menempati area seluas 3 ha dan merupakan tempat dibangunnya reaktor pertama di Indonesia

Berprestasi-utk-negri
Petugas-Reaktor
Slide item 13
Slide item 14

Presiden Soekarno Meresmikan Reaktor Nuklir Pertama di Indonesia Tahun 1965.

(Bandung, 04/07/17).  Setelah sempat berhenti beroperasi pada tahun 2011 hingga 2013 karena alasan keselamatan, serta adanya penggantian batang kendali modifikasi hasil karya para peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Reaktor Nuklir Bandung atau yang dinamakan Reaktor TRIGA 2000 akhirnya kembali beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu 10 tahun kedepan. Hal ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto,  di Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) BATAN, Bandung.

Reaktor TRIGA 2000 merupakan produk yang membanggakan. Setelah peletakan batu pertama pembangunan reaktor pada tahun 1962, kemudian mulai beroperasi pada tahun 1965, hingga saat ini reaktor masih dapat beroperasi. Djarot mengatakan, beroperasinya kembali Reaktor TRIGA 2000 sangat penting untuk memproduksi radioisotop.

“Kelak untuk apa? Ini (Reaktor TRIGA 2000) menjadi semacam couple dengan Reaktor Serba Guna (RSG) G.A Siwabessy di Serpong. Jadi kalau mau memproduksi radioisotop, yaitu untuk produksi bahan medis, baik utk diagnostik maupun terapi, bisa saling mem back-up satu sama lain,jelasnya.

Saat ini Reaktor TRIGA dilengkapi dengan batang kendali yang sudah dimodifikasi oleh para peneliti Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) dan PSTNT BATAN. Di masa mendatang, seluruh komponen Reaktor TRIGA 2000 akan diganti dengan hasil karya peneliti BATAN dengan melibatkan industri dalam negeri, karena perusahaan General Atomic, Amerika sebagai produsen sudah tidak memproduksi lagi, termasuk komponen bahan bakar. Sebagai tambahan informasi, terdapat 48 reaktor jenis TRIGA di seluruh dunia.

“Maka kita menginisiasi akan mengubah menggunakan bahan bakar (tipe plat) yang bisa diproduksi di Indonesia, yakni di Serpong. Sehingga kelak tidak hanya menolong reaktor Bandung saja, tetapi 48 reaktor di seluruh dunia, bisa memanfaatkan teknologi yang kita ciptakan sendiri. Ini cita-cita kita,” tuturnya. Bahan bakar tipe plat sudah digunakan sebagai bahan bakar RSG G.A. Siwabessy di Serpong.

Disamping itu, reaktor digunakan untuk penelitian dan pengembangan (litbang) terkait lingkungan, material, mekanik, dsb., yang tidak hanya dimanfaatkan peneliti BATAN, tetapi juga masyarakat seperti dosen dan mahasiswa. Bahkan ada permintaan dari Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kota Bandung untuk menganalisis polusi udara di Bandung dengan memanfaatkan fasilitas penelitian reaktor.

Kepala PSTNT, Jupiter Sitorus Pane menambahkan, beroperasinya Reaktor TRIGA 2000 sangat penting untuk penguasaan teknologi dan penyediaan SDM yang unggul. Menurutnya, penguasaan teknologi Reaktor TRIGA 2000 menjadi bekal saat BATAN membangun Reaktor Kartini di Yogyakarta pada tahun 1974.

“Dengan adanya reaktor ini (TRIGA 2000), kita bisa membangun Reaktor Kartini. Jadi secara teknologi sudah kita kuasai,” katanya.

Jupiter menjelaskan perjalanan Reaktor TRIGA 2000 dapat beroperasi hingga sekarang dengan kemampuan SDM BATAN. Kapasitas daya reaktor pernah mengalami 2 kali upgrading, yakni pada tahun 1971, dari 250 kilo Watt thermal menjadi 1000 kilo Watt thermal, kemudian di upgrade kembali menjadi 2000 kilo Watt thermal di tahun 2000. Penguasaan teknologi untuk menyiapkan SDM dan fasilitas unggul menurutnya sangat penting jika Indonesia akan membangun reaktor daya.

“Dari segi teknologi reaktornya, kita ingin beranjak, dari pemakai teknologi ke penyedia teknologi. Dengan pengalaman kita sejak tahun 1965, saya yakin kita bisa”, tegasnya.

Sementara Direktur Perizinan dan Instalasi Bahan Nuklir, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Dahlia Cakrawati menjelaskan, sempat terhentinya Reaktor TRIGA 2000 pada tahun 2011 karena memperhatikan sisi keselamatan paska kecelakaan Reaktor Fukushima Daiichi di Jepang.

“Dari pengalaman itu, semua reaktor harus di – review, termasuk Reaktor TRIGA 2000. Berdasarkan hasil kajian, maka gedung reaktor diperkuat (retrofitting) untuk menyikapi ancaman kegempaan,” jelasnya.

Disamping itu, bahan bakar maupun batang  kendali yang sudah digunakan (terbakar) hingga 50 persen dinyatakan tidak layak digunakan lagi, sehingga perlu penggantian atau modifikasi batang kendali dan bahan bakar. Menurutnya, perpanjangan izin operasi reaktor berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 2014 tentang Perizinan Instalasi Nuklir dan Pemanfaatan Bahan Nuklir wajib belalui beberapa persyaratan untuk memperoleh izin, yakni menyampaikan laporan analisis keselamatan, penilaian keselamatan berkala, dan penilaian kajian penuaan.

“Perpanjangan diberikan atas dasar perpanjangan kajian penuaan, karena reaktor ini sudah lama. Dari kajian ini harus dinyatakan berapa lama reaktor ini bisa beroperasi kembali,” jelasnya (tnt).