Slide item 12
korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

(Bandung, 29/11/2017). Afrika merupakan benua yang terdiri dari 45 negara, namun 26 diantaranya merupakan negara berkembang paling terbelakang (least development countries/LDCs). Karena itulah, negara-negara ini perlu mendapat dukungan termasuk dalam pengembangan iptek nuklir. Hal ini diungkapkan Direktur Kerja Sama Teknis untuk Afrika, Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Prof. Shaukat Abdulrazak saat mengunjungi fasilitas nuklir di Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Bandung.

“Itulah sebabnya saya datang kesini untuk berdialog dan meyakinkan IAEA dan negara – negara Afrika mengenai peluang kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika,” ujar Shaukat.

Kepala PSTNT BATAN, Jupiter Sitorus Pane menyambut hangat kedatangan Shaukat. Ia mengatakan, Indonesia dan negara – negara Afrika memiliki ikatan emosional tersendiri sejak digelarnya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Konferensi Asia Afrika merupakan konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Presiden RI pertama, Soekarno menjadi salah satu inisiator dari digelarnya konferensi itu.

“Indonesia dan negara-negara Asia Afrika memiliki ikatan emosional spesial di balik sejarah Konferensi Asia Afrika. Presiden Soekarno menjadi salah satu inisiator digelarnya konferensi tersebut, juga beliau yang meresmikan reaktor Triga,” katanya.

Penelitian mengenai pemantauan kualitas udara dengan teknik analisis nuklir (TAN) menjadi salah satu perhatian bagi Shaukat. Menurutnya, penelitian ini sangat menarik karena teknik nuklir mampu atasi permasalahan di tengah masyarakat mengenai semakin buruknya kualitas udara, dan juga memberikan kontribusi berupa data untuk penentuan kebijakan pemerintah mengenai standar kualitas udara di Indonesia.

Ia juga meyoroti peranan IAEA yang memberikan bantuan peralatan penelitian berupa X Ray Flourescence pada tahun 2014. Dengan bantuan ini, BATAN dapat melakukan banyak hal terhadap penelitian kualitas udara hingga 16 provinsi di Indonesia.

“Yang beliau tekankan adalah bagaimana IAEA dapat memberikan bantuan kecil berupa alat, tapi dapat membantu yang tidak hanya berdampak pada penelitian di BATAN, namun juga memberikan manfaat kepada pemerintah, sehingga pemerintah juga mendukung kegiatan penelitian lainnya yang lebih luas,” jelas Jupiter usai menerima kunjungan Shaukat.

Disamping itu, Shaukat juga tertarik pada peran BATAN melalui TAN dalam menentukan data kandungan mikro nutrisi pada makanan. Muhayatun Santoso, peneliti senior PSTNT BATAN mengatakan, teknik analisis nuklir merupakan satu-satunya teknik yang mampu meneliti kandungan mikro nutrisi pada makanan. Data ini antara lain sangat bermanfaat bagi penentuan kasus malnutrisi di suatu daerah seperti halnya banyak terjadi di negara-negara Afrika.

“Seperti pada negara Afrika, di beberapa daerah di Indonesia juga ditemukan kasus malnutrisi. Kita tahu Indonesia kaya akan makanan lokal, TAN membantu dalam menyajikan data kandungan mikro nutrisi pada apa yang kita makan,” ujarnya.

Disamping itu, Shaukat juga tertarik pada peranan fasilitas nuklir di Bandung mengenai penelitian radioisotop dan radiofarmaka untuk diagnostik dan terapi penyakit seperti kanker, yang membantu dalam penelitian serupa pada fasilitas nuklir di Serpong. Dari hasil pertemuan tersebut, Shaukat mengatakan ia akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini untuk meyakinkan IAEA dan negara-negara Afrika mengenai pentingnya kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika.

Mengenai impelementasi dari kerja sama, Jupiter mengatakan bentuk kerja sama tersebut antara lain dapat berupa kunjungan ilmiah, riset bersama, pelatihan maupun magang.

Prof. Shaukat Abdulrazak melakukan kunjungan kerja ke Indonesia sejak tanggal 27 November hingga 1 Desember 2017. Shaukat antara lain mengunjungi sejumlah Kementerian/Lembaga, fasilitas nulir, rumah sakit, dan institusi pendidikan seperti IPB, UGM, dan STTN guna mengidentifikasi peluang kerja sama, membahas bentuk modalitas, dan peta jalan formalisasi kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika di bidang iptek nuklir dalam kerangka penguatan kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation) (tnt).