Slide item 12
korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

(Bandung, 26/08/2021) Gubernur Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Laksamana Muda TNI Prof. Dr. Ivan Yulivan, M. M., M. Tr (Han), didampingi oleh wakil Gubernur STIN, Brigjen Pol Dr. Barito Mulyo Ratmono, SH., S.IK., M. Si, beserta jajaran mengunjungi Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan – Badan Tenaga Nuklir Nasional (PSTNT – BATAN), Kamis (26/08). Kunjungan ini bertujuan memantau kegiatan mahasiswa Magister Terapan Intelijen Medik (MTIM) STIN yang sedang melakukan Praktikum di PSTNT sejak tanggal 23 Agustus hingga 3 September 2021 mendatang sekaligus membahas implementasi kerja sama dengan PSTNT-BATAN.

Plt. Kepala PSTNT, dr. Rudi Gunawan, Sp.KN menyambut baik peserta kunjungan dari STIN. “Terima kasih kepada Gubernur STIN dan jajarannya yang telah menyempatkan hadir di PSTNT. Nanti kita akan melihat bersama fasilitas apa saja yang kami miliki dan juga melihat kontribusi PSTNT untuk perkembangan iptek nuklir di Indonesia yang tentunya untuk kebaikan bersama,” ujar Rudi.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur STIN menjelaskan latar belakang pembentukan jurusan MTIM-STIN. “Terima kasih atas sambutan yang baik di PSTNT, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu praktikum mahasiwa STIN di PSTNT. Jurusan MTIM – STIN ini dibangun karena tuntutan di Republik Indonesia dikarenakan adanya potensi dari biologi, kimia dan juga virus,” kata Laksamana Muda TNI Prof. Dr. Ivan Yulivan, M. M., M. Tr (Han) yang baru pertama kali datang ke PSTNT – BATAN.

Ia menjelaskan, saat ini STIN tengah membangun fasiltias laboratoriun nuklir yang tentunya membutuhkan pendampingan dan PSTNT BATAN adalah mitra kerja sama yang tepat agar mahasiswa mendapatkan target profil bahan ajar dan kurikulum STIN. “Kami juga membuka peluang kerja sama dengan institusi lain yang berkaitan dengan intelijen,” tambahnya.

Dalam kunjungan ini, Peneliti Ahli Utama PSTNT, Prof. Dr. Muhayatun, MT memaparkan materi terkait Kontribusi BATAN dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. “Teknologi nuklir dapat dimanfaatkan baik untuk bidang industri hankam, energi, lingkungan, material maju, kesehatan, pangan dan juga Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia sesuai dengan renstra BATAN Tahun 2020-2024,” ujar Prof. Dr. Muhayatun, MT.

Pada sesi diskusi, Gubernur STIN mengingatkan tentang pentingnya sosialisasi yang terus menerus kepada publik terkait manfaat dari teknologi nuklir agar publik tidak lagi takut dan para pemangku kebijakan juga memahami kegunaan iptek nuklir untuk kesejahteraan masyarakat.

Setelah diskusi, rombongan STIN melakukan kunjungan ke Ruang Pamer dilanjutkan dengan memantau mahasiswa STIN yang tengah melakukan praktikum, simulasi praktikum pencarian sumber hilang, laboratorium Radioisotop dan Senyawa Bertanda, AAN dan XRF, dan yang terakhir Reaktor. (kpv)