Corona-19
Pengumuman Penerimaan CPSN 2019
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka

(Jakarta, 31/03/2020) Proses dekontaminasi atau clean up di lahan kosong yang terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan telah dinyatakan selesai meskipun saat ini sedang menunggu proses remediasi. Bukan saja tanah dan tumbuhan yang terkontaminasi dikirim ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), melainkan alat pengeruk atau excavator juga didekontaminasi.

Proses dekontaminasi pada excavator dilakukan pada Senin (30/03) di PTLR. Upaya dekontaminasi terhadap peralatan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses clean up yang dilakukan di Perumahan BATAN Indah.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Heru Umbara mengatakan, semua yang terlibat dalam proses clean up selalu dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak terkontaminasi zat radioaktif setelah melakukan pekerjaan. “Bukan hanya orangnya yang kami pastikan tidak terkontaminasi, namun semua peralatan yang digunakan selama proses clean up juga kami pastikan bersih seperti semula,” ujar Heru.

(Jakarta, 26/03/2020) Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) akan segera memberikan pernyataan bahwa lahan kosong di perumahan Batan Indah, Kec. Setu, Tangsel, tempat ditemukannya zat radioaktif Cs-137 dalam kondisi normal setelah dilakukan remediasi. Hal ini dinyatakan pihak Bapeten melalui siaran pers tanggal 24 Maret 2020.

Pernyataan Bapeten ini didasarkan atas  kondisi terakhir kegiatan clean up atau dekontaminasi di lahan terpapar zat radioaktif yang telah menunjukkan pernurunan paparan secara signifikan. Pengukuran terakhir menunjukkan tingkat paparan radiasi di lahan yang terkontaminasi pada kisaran 0,3 hingga 0,75 mikrosievert/jam.

Proses clean up yang dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Bapeten, Pemkot Tangsel dan pihak kepolisian telah dimulai pada awal Februari 2020 dengan rencana pengerjaan selama 20 hari kerja. Proses clean up ini dilakukan dengan mengeruk tanah dan menebang pohon yang terkontaminasi zat radioaktif dan menyimpannya di tempat penyimpanan sementara limbah radioaktif di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) - BATAN.

(Tangsel, 17/03/2020) Upaya clean up yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di lahan kosong Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan telah berakhir. Clean up tersebut dilakukan karena adanya temuan zat radioaktif berupa Cs-137 oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada akhir Januari 2020.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Heru Umbara mengatakan, setelah proses clean up selesai dan menunggu keputusan dari BAPETEN, maka akan dilanjutkan dengan remediasi terhadap lahan bekas terkontaminasi zat radioaktif. Sebelum melakukan remediasi, proses clean up diakhiri dengan melakukan pemotongan beberapa tanaman produktif di lokasi terpapar zat radioaktif. Pemotongan tanaman produktif ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak radiasi terhadap masyarakat.

“Beberapa tanaman produktif yang tumbuh di lahan bekas terkontaminasi dilakukan pemotongan, pemotongan secara selektif ini bertujuan untuk menghindari masyarakat sekitar yang memakan buah dari pohon tersebut,” ujar Heru.

(Tangsel, 09/03/2020) Ditemukannya zat radioaktif oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) di lahan kosong Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, mengakibatkan adanya kontaminasi pada tanah dan vegetasi di lahan tersebut. Untuk menghilangkan sekaligus membersihkan lahan yang terkontaminasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan upaya dekontaminasi atau clean up.

Setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa zat radioaktif yang mengontaminasi lahan kosong tersebut adalah cesium-137 (Cs-137). Paparan radiasi awal sebelum dilakukan clean up diukur dengan survey meter menunjukkan angka 149 microsievert/jam.


pratinjau

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa