HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Tangsel, 09/03/2020) Ditemukannya zat radioaktif oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) di lahan kosong Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, mengakibatkan adanya kontaminasi pada tanah dan vegetasi di lahan tersebut. Untuk menghilangkan sekaligus membersihkan lahan yang terkontaminasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan upaya dekontaminasi atau clean up.

Setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa zat radioaktif yang mengontaminasi lahan kosong tersebut adalah cesium-137 (Cs-137). Paparan radiasi awal sebelum dilakukan clean up diukur dengan survey meter menunjukkan angka 149 microsievert/jam.

(Tangsel, 07/03/2020) Prosedur pengolahan limbah radioaktif yang dilakukan Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah dilakukan dengan standar keamanan dan keselamatan yang ketat. Pengelolaan limbah radioaktif telah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 1997 tentang ketenaganukliran yang pelaksanaannya dilakukan oleh Badan Pelaksana, yakni BATAN.

Deputi Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro menjelaskan, dalam undang-undang ketenaganukliran telah dinyatakan bahwa pengelolaan limbah radioaktif meliputi pengumpulan, pengelompokan, pengangkutan, penyimpanan, dan/atau pembuangan limbah radioaktif. Sedangkan limbah radioaktif itu berasal dari penghasil limbah radioaktif, dalam hal ini para pemegang izin pemanfaatan zat radioaktif.

(Tangsel, 05/03/2020) Memasuki hari ke-16 upaya clean up atau dekontaminasi terhadap area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) telah menghasilkan 638 drum yang berisi tanah dan vegetasi yang diindikasikan terkontaminasi. Tanah dan vegetasi tersebut dikirimkan ke tempat penyimpanan limbah radioaktif sementara di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BATAN, Heru Umbara mengatakan, pada hari ke-16 ini pekerjaan clean up difokuskan pada pengerukan di beberapa titik hasil coring yang masih menunjukkan paparan di atas ambang batas. “Pada hari ini kegiatan clean up tinggal membersihkan di beberapa titik yang masih dianggap paparannya melebihi ambang batas,” kata Heru.

(Tangsel, 05/03/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menetapkan kebijakan strategis dan fokus kegiatan di tahun 2020-2024 untuk mewujudkan nuklir untuk Indonesia yang berdaya saing dan sejahtera. Penetapan kebijakan ini dijadikan sebuah tema dalam rapat kerja BATAN di Gedung 71, Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangerang Selatan, 5 - 6 Maret 2020.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, pada rapat kerja ini difokuskan pada finalisasi rancangan arah kebijakan tahun 2020-2024 serta penetapan prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan periode 5 tahun mendatang. Pada periode 2020 - 2024 ini BATAN mendapat penugasan khusus dari pemerintah.

“BATAN mendapat tugas untuk mengoordinasikan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan untuk menghasilkan prototipe sistem pemantau radiasi untuk keselamatan dan keamanan (SPRKK), Prototipe Radioisotop dan Radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi kanker, serta prototipe PLTN Skala Industri,” kata Anhar.


pratinjau

preview

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa