1. Bagaimana cara mendaftar Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PTRR ?

Anda tinggal lihat di menu Layanan Submenu Layanan Siswa/Mahasiswa Praktek dan/atau Penelitian atau klik disini!

2. Bagaimana cara mendapatkan akses terhadap produk-produk hasil litbang PTRR, seperti Samarium-153 EDTMP ?

Penggunaan produk senyawa bertanda berdasarkan rekomendasi dari dokter spesialis kedokteran nuklir (Sp.KN), oleh sebab itu, anda bisa menghubungi rumah sakit terdekat yang telah memiliki fasilitas/instalasi kedokteran nuklir seperti RSUP Dr. Kariyadi Semarang, RS Kanker Dharmais, MRCCC Siloam Hospital, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

3. Bisakah kami melakukan kunjungan ke PTRR?

Bisa. Untuk kunjungan ke laboratorium PTRR persyaratan peserta minimal berusia 18 tahun. Untuk informasi dan prosedur kunjungan, silahkan hubungi Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK).

4. Dapatkah mahasiswa melakukan penelitian/tugas akhir di PTRR ?

Bisa, selama judul atau kegiatan penelitian tersebut berkaitan dengan kegiatan litbang dan kompetensi PTRR. 

5. Apakah ada biaya jika melakukan kegiatan penelitian untuk tugas akhir mahasiswa ?

Selama ini free alias gratis. Hal ini sebagai upaya PTRR-BATAN mendukung kegiatan pendidikan dan mengenalkan iptek nuklir kepada kaum muda. Sebelum memberikan persetujuan penelitian tugas akhir mahasiswa, biasanya kami mencarikan pembimbing lapangan dan konsultasi tentang judul tugas akhir. Jika dalam penelitian tersebut membutuhkan bahan/bahan kimia yang tidak dimiliki PTRR maka akan dibebankan kepada mahasiswa (membeli sendiri).

6. Untuk dapat bekerja di PTRR, bagaimana caranya ?

Silahkan mendaftar Seleksi Penerimaan CPNS

7. Bagaimana cara menjalin kerjasama penelitian dengan PTRR?

Silahkan kirim surat permohonan ditujukan kepada kepala PTRR

8. Adakah syarat bila penelitian mahasiswa yang menghasilkan Karya Tulis Ilmiah (KTI) akan dipublikasikan ?

Mahasiswa yang melakukan penelitian sepenuhnya di PTRR dan akan mempublikasikan Makalah/Karya Tulis Ilmiahnya wajib mencantumkan salah satu peneliti/nama pembimbing lapangan sebagai penulis kedua dalam tulisannya.